Kamis, 12 Agu 2021 09:16 WIB

Diamuk Corona Varian Delta, Filipina Buka Pusat Vaksinasi 24 Jam

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Presiden Filipina Rodrigo Duterte punya cara sendiri untuk dorong warganya mau divaksin COVID-19. Salah satunya larang warga keluar rumah bila tak mau divaksin. Foto ilustrasi: Getty Images/Ezra Acayan
Jakarta -

Pusat vaksinasi COVID-19 di seluruh ibu kota Filipina, Manila, buka selama 24 jam. Ini dilakukan untuk mempercepat laju vaksinasi di tengah lonjakan kasus akibat penyebaran virus Corona varian Delta (B1617.2).

Dikutip dari Reuters, saat ini sekitar 10 persen dari 110 juta penduduk Filipina telah divaksinasi COVID-19 secara lengkap. Rencananya, negara itu akan memvaksinasi 70 juta warganya sebelum akhir tahun 2021.

Salah seorang warga, Salvador Camacho (71), mengaku tergerak hatinya untuk divaksinasi, karena melihat banyak orang yang ingin menerima vaksin COVID-19. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk melakukan vaksinasi pada malam hari di salah satu pusat vaksinasi 24 jam.

"Saya tidak benar-benar ingin disuntik, karena saya memiliki banyak penyakit. Namun, akhir-akhir ini saya melihat banyak orang yang lebih tua dari saya mendapat vaksinasi. Anak dan istri saya mengatakan kepada saya untuk segera melakukan vaksinasi, karena kita tidak pernah tahu kapan saya akan terinfeksi," ucap Camacho.

Sementara Joan Carbonell, yang bekerja sebagai pengawas di pusat vaksinasi Manila, mengatakan selain untuk mempercepat laju vaksinasi, keputusan beberapa pusat untuk membuka pada malam hari juga untuk mengurangi kerumunan di pagi hari akibat banyak orang yang berebut ingin mendapat vaksin COVID-19.

Diketahui, Filipina telah melaporkan lebih dari 1,67 kasus dan 29.000 kematian akibat COVID-19.

Data Kementerian Kesehatan Filipina menunjukkan positivity rate di negaranya mengalami kenaikan selama enam hari berturut-turut. Per hari Selasa (10/8/2021), positivity rate di Filipina mencapai 21,9 persen, angka ini meningkat dari sekitar 15 persen pada awal Agustus.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan positivity rate harus tetap berada di bawah 5 persen selama periode dua minggu agar wabah dianggap terkendali.



Simak Video "Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)