WHO Pimpin Uji Coba 3 Obat Baru untuk Pasien COVID-19, Ada Obat Malaria

WHO Pimpin Uji Coba 3 Obat Baru untuk Pasien COVID-19, Ada Obat Malaria

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kamis, 12 Agu 2021 09:30 WIB
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan akan memimpin uji klinis tiga obat anti-inflamasi yang disebut potensial untuk mengobati pasien COVID-19. Obat tersebut yaitu artesunate, imatinib, dan infliximab yang dipilih langsung oleh para ahli independen.

"Terapi ini (artesunate, imatinib, dan infliximab) dipilih oleh panel ahli independen karena potensinya dalam mengurangi risiko kematian pada pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit," kata WHO dalam sebuah pernyataan tentang uji klinis Solidarity PLUS, dikutip dari Reuters, Kamis (12/8/2021).

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan riset obat-obatan ini akan melibatkan ribuan peneliti di lebih dari 600 rumah sakit. Salah satu negara yang ikut dalam uji klinis ini adalah Finlandia, dan menjadi negara pertama yang mendaftarkan pasien dalam uji klinis Solidaritas PLUS ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada banyak varian, dan semua varian dapat muncul di mana saja di planet ini. Jadi, memiliki begitu banyak situs di banyak negara dan wilayah yang berbeda akan membantu kami mendapatkan jawaban ini secepat mungkin," kata Marie Pierre Preziosi, salah seorang ilmuwan yang memimpin penelitian dan pengembangan di WHO.

Obat-obatan yang diuji ini juga sudah digunakan sebelumnya untuk mengobati penyakit lain. Misalnya artesunate untuk malaria berat, imatinib untuk kanker tertentu, dan infliximab untuk penyakit sistem kekebalan tubuh seperti penyakit Crohn serta rheumatoid arthritis.

ADVERTISEMENT

Pada uji klinis Solidarity tahun lalu, WHO juga telah meneliti empat obat perawatan yaitu remdesivir, hydroxychloroquine, lopinavir/ritonavir, dan interferon. Hasilnya, keempat obat tersebut memiliki sedikit atau tidak berpengaruh dalam membantu pasien COVID-19.

WHO berharap hasil akhir dari uji klinis tahun ini bisa selesai bulan depan. Sejauh ini, hanya kortikosteroid yang terbukti efektif untuk melawan COVID-19 yang parah hingga kritis.

(sao/up)

Berita Terkait