Kamis, 12 Agu 2021 18:15 WIB

Pakar Sebut 'Herd Immunity' Mungkin Sudah Tercapai di Jawa-Bali

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
PPKM Darurat diterapkan mulai tanggal 3-20 Juli 2021 untuk tekan kasus Corona di Indonesia. Pusat perbelanjaan dan mal pun ditutup selama penerapan PPKM Darurat Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono menyebut kemungkinan herd immunity terjadi di Jawa Bali. Pasalnya, menurut Miko, jumlah orang yang sudah terpapar COVID-19 di Jawa Bali sebenarnya sudah mencapai 65 persen dari populasi.

Miko menjelaskan, herd immunity bisa terjadi secara alamiah dan melalui vaksinasi. Jika jumlah persentase yang terpapar COVID-19 digabungkan dengan jumlah cakupan vaksinasi, angkanya mencapai lebih dari 70 persen, syarat herd immunity biasanya terbentuk.

"Jadi herd immunity itu bisa terjadi karena alamiah, bisa karena divaksinasi, jadi kalau dari kedua belah pihak digabungkan itu bisa saja herd immunity itu terjadi," jelas Miko saat dihubungi detikcom Selasa (12/8/2021).

"Dalam kelompok itu bisa terlindungi karena orang-orang yang divaksin dan orang-orang yang telah terinfeksi. Jadi di Jawa dan Bali orang yang pernah terinfeksi proporsinya itu sudah 65 persen, sekarang kan proporsi dari vaksinasi 10 persen atau 11 persen," sambung Miko.

Tak ada lagi badai kasus COVID-19

Karenanya, Miko memprediksi tak akan ada lagi badai kasus COVID-19 yang terjadi di Jawa Bali. Kalaupun terjadi, peningkatan kasus COVID-19 relatif lebih kecil dan bisa terkendali.

"Kalau dijumlahin ya kira-kira 70 persen lah, jadi mungkin ini akan memperkecil kasus COVID-19 di Jawa Bali," beber dia.

"Kejadian peningkatan kasus, badainya sudah terjadi di Jawa Bali, tidak mungkin akan menjadi badai lagi kalaupun terjadi peningkatan ya terjadi tapi kecil," pungkas dia.



Simak Video "Prediksi Menkes soal Herd Immunity Covid-19 di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)