Muncul Lagi di Afrika, Ini Gejala Virus Marburg yang Mirip Ebola

ADVERTISEMENT

Muncul Lagi di Afrika, Ini Gejala Virus Marburg yang Mirip Ebola

Syifa Aulia - detikHealth
Jumat, 13 Agu 2021 18:15 WIB
3D illustration. Genetic test in test tube.
Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage
Jakarta -

Kasus kematian pertama virus Marburg telah ditemukan di Guinea, Afrika Barat pada Senin (9/8/2021). Menurut pemerintah Guinea, virus itu terdeteksi setelah dua bulan wabah Ebola kedua berakhir. Gejala virus Marburg yang dapat menular ini mirip dengan gejala virus Ebola, karena keduanya berasal dari keluarga Filoviride (filovirus).

Virus ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, atau permukaan yang terkontaminasi oleh cairan tersebut. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masa inkubasi virus ini berlangsung selama 2 hingga 21 hari.

Gejala virus Marburg diawali dengan:

  • demam tinggi disertai menggigil
  • sakit kepala
  • nyeri otot
  • sangat lelah.

Gejala mulai hari ketiga:

  • diare
  • sakit perut
  • kram perut
  • mual
  • muntah.

Gejala diare dapat bertahan selama seminggu. Badan pasien juga akan terasa sangat lemas hingga mata cekung.

Gejala sekitar hari kelima:

  • ruam makulopapular di sekitar dada punggung, dan perut
  • penyakit kuning
  • radang pankreas
  • berat badan menurun drastis
  • delirium
  • kegagalan fungsi hati
  • pendarahan masif
  • disfungsi multi-organ.

Gejala hari kelima hingga hari ketujuh:

  • pendarahan dari muntah dan feses, bahkan dapat muncul dari hidung, gusi, dan vagina

Gejala hari ke-15 hingga fase akhir:

  • kebingungan
  • mudah marah
  • agresi.

Dikutip dari WHO, virus Marburg memiliki tingkat kematian hingga 88 persen, tetapi bisa diperkecil dengan perawatan yang baik. Pertama kali diidentifikasi pada 1967 dalam wabah yang terjadi bersamaan di Marburg dan Frankfurt di Jerman, dan di Belgrade, Serbia.

Virus yang memicu Marburg dan Ebola berasal dari famili Filoviridae (filovirus). Kedua penyakit ini langka namun bisa memicu wabah dengan tingkat kematian tinggi.

Sama seperti Ebola, Marburg juga menyebabkan demam berdarah. Pada kasus fatal, kematian paling sering terjadi antara 8-9 hari setelah muncul gejala virus Marburg.

Simak video 'Langkah WHO Usai Munculnya Kasus Kematian Akibat Virus Marburg':

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT