Sabtu, 14 Agu 2021 11:53 WIB

Temuan Profesor Nanoteknologi Ini Bisa Cegah Sebaran COVID-19 di Udara

Sponsored - detikHealth
ATTACT Foto: ATTACT
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung sejak tahun 2020 ini banyak mengisahkan cerita sedih. Mulai dari tingginya kasus positif dan angka kematian hingga menurunnya kondisi ekonomi bagi masyarakat yang terdampak. Namun di balik itu semua, kondisi pandemi juga ikut menumbuhkan ide-ide kreatif dari anak bangsa terutama dalam hal pencegahan penyebaran COVID-19.

Salah satu kreativitas tersebut datang dari seorang profesor ahli di bidang nanoteknologi yaitu Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman M.Eng. Bersama dengan tim peneliti dari Pusat Penelitian Metalurgi dan Material Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2MM-LIPI).

Mereka berhasil menciptakan sebuah alat canggih berbasis nanoteknologi yang mampu mensterilkan udara di ruangan. Alat itu kemudian diberi nama ATTACT, atau Airborne nano-Trapping Technology for Anti Covid Treatment.

Alat berbentuk kotak ini dikembangkan oleh LIPI bekerja sama dengan Dewan Riset Daerah (DRD) DKI Jakarta dan PT. Nanobubble Karya Indonesia sejak awal merebaknya COVID-19.

ATTACTATTACT Foto: ATTACT

Prof Nurul, yang juga merupakan Kepala P2MM-LIPI mengatakan alat ini dirancang untuk mencegah penyebaran bakteri dan virus yang tersebar melalui udara (airborne). Alat ini juga berpotensi mencegah virus COVID-19 di ruangan tertutup dan dirancang agar bisa diterapkan di fasilitas umum seperti, ruang kerja/perkantoran, ruang karantina/isolasi pasien, fasilitas Kesehatan dan ruang publik lainnya.

"Alat ini dirancang untuk memurnikan udara dalam ruangan dan mencegah penyebaran ke luar ruangan. Metode yang digunakan adalah dengan nano-trapping untuk menangkap virus dan metode Ultraviolet Germicidal Inactivation (UVGI) untuk menonaktifkan virus. Dalam pengaplikasiannya, ATTACT memiliki daya hisap kipas kurang lebih 4 meter dari posisi alat", jelas Prof Nurul dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/8/2021).

Prof Nurul juga menjelaskan bahwa di dalam mesin ATTACT, udara yang dihisap akan disaring dan terkena oleh air yang mengandung desinfektan atau sabun. Kemudian, udara dibersihkan menggunakan sinar ultraviolet, lalu diperkuat lagi dengan penggunaan lapisan nanotitania pada dinding sistem tertutup pada mesin.

ATTACTATTACT Foto: ATTACT

"Jadi, selain disinari sinar UV, ATTACT juga dipasangi teknologi nano berupa nanotitania pada dinding-dinding kotaknya. Diharapkan, ketika udara yang dicuci tadi disinari ultraviolet dan bersentuhan dengan dinding nanotitania, virus dan bakteri akan langsung mati. Selanjutnya, udara yang dihembuskan menjadi lebih segar dan sehat," jelasnya.

Ia juga mengklaim bahwa ATTACT praktis, aman dipakai, mudah pengoperasiannya, serta hemat energi, karena konsumsi listriknya hanya sebesar 240 watt. Alat ini juga disematkan sensor yang mampu mendeteksi banyaknya orang di ruangan secara otomatis. Untuk perawatannya, cukup dilakukan seminggu sekali dengan menambahkan air plus 0,1 persen desinfektan atau sabun pada tangki.

Untuk informasi yang lebih lengkap mengenai alat ini, silakan merujuk pada situs resmi ATTACT di www.attact.id.

(Content Promotion/Nanotech Niaga Nusantara)