BPOM Jamin Semua Vaksin COVID-19 Aman, Berkhasiat, dan Bermutu

ADVERTISEMENT

BPOM Jamin Semua Vaksin COVID-19 Aman, Berkhasiat, dan Bermutu

Jihaan Khoirunnisaa - detikHealth
Sabtu, 14 Agu 2021 16:08 WIB
Vaksin bukan jaminan membuat seseorang benar-benar kebal terhadap penyakit COVID-19. Kadang ada kasus saat seseorang yang sudah divaksinasi masih bisa terinfeksi.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Dr. Penny K. Lukito, MCP memastikan pihaknya selalu melakukan pengujian dan mengkaji terhadap semua vaksin yang masuk ke Indonesia. Badan POM juga menjamin semua vaksin aman, berkhasiat dan bermutu, sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk mengikuti vaksinasi COVID-19.

"Semua vaksin yang akan digunakan dalam program vaksinasi COVID-19 di Indonesia harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Badan POM, yaitu izin penggunaan pada masa darurat atau Emergency Use Authorization (EUA)," ujar Penny dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/8/2021).

Menurutnya, dalam proses mengaji khasiat dan keamanan vaksin COVID-19, Badan POM bekerja sama dengan Tim Ahli Komite Nasional Penilai Obat, Indonesian Technical Advisory on Immunization (ITAGI), dan para ahli terkait lainnya.


Terkait dengan EUA, Penny menyebut hingga saat ini pihaknya telah memberikan persetujuan penggunaan pada masa darurat kepada 6 jenis vaksin COVID-19, yaitu CoronaVac, Vaksin COVID-19 (produksi Bio Farma - Sinovac), AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan Comirnaty (Pfizer).

Diungkapkannya, sebelum didistribusikan dan digunakan, setiap batch vaksin yang sudah mendapatkan EUA akan dikawal mutunya oleh Badan POM, lewat sampling dan pengujian di Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan dalam rangka lot release.

Tidak hanya itu, lanjut dia, Badan POM juga terus mengawasi jalannya vaksinasi di Indonesia guna menjamin pelaksanaan vaksinasi COVID-19 berjalan lancar dan aman melalui kegiatan pengawasan pasca disetujui suatu EUA vaksin COVID-19.

"Kami melakukan kegiatan pengawasan di jalur distribusi hingga pelayanan kesehatan dan juga melakukan sampling dan pengujian dalam rangka pengawasan mutu serta surveilan keamanan vaksin atau pemantauan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) bersama Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan seluruh Indonesia," tandasnya.


Oleh karena itu, Penny meminta masyarakat agar tidak ragu untuk melakukan vaksinasi dalam rangka mencegah infeksi COVID-19. Kalaupun terinfeksi, lanjutnya, vaksinasi dapat mengurangi risiko sakit berat yang bisa diakibatkan virus COVID-19 yang terus bermutasi ini.

"Selain vaksinasi, yang tidak boleh dilupakan adalah disiplin pada protokol kesehatan dengan menjalankan protokol kesehatan, terutama memakai masker dan mematuhi aturan pembatasan mobilitas yang ditetapkan pemerintah," tuturnya.

Senada, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate juga berharap masyarakat mau divaksinasi, karena vaksin dapat mengurangi risiko sakit berat apabila terpapar virus COVID-19. Johnny pun mengingatkan semua pihak untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker dan mematuhi aturan pembatasan mobilitas yang ditetapkan pemerintah.

"Selain vaksinasi, tetap terapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker dobel agar pandemi bisa segera bisa dikendalikan," pungkasnya



Simak Video "Penjelasan BPOM Soal Penghentian Penggunaan Vaksin AstraZeneca"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT