ADVERTISEMENT

Sabtu, 14 Agu 2021 16:05 WIB

Cerita Nakes Terima Vaksin Booster Moderna, KIPI-nya Beda dari Sinovac

Ayunda Septiani - detikHealth
Vaksin dosin ketiga atau booster diberikan untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8). Vaksin yang diberikan adalah vaksin Moderna. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Tenaga kesehatan telah mendapatkan vaksin booster atau suntikan dosis ketiga dengan vaksin Moderna. Ini bertujuan untuk memberikan proteksi lebih untuk para nakes yang sangat berisiko terpapar virus Corona.

Salah satu nakes yang sudah menerima vaksin booster adalah dr M Fakhri Barustan. Pria berusia 25 tahun itu bertugas sebagai dokter internship di puskesmas Sepatan kabupaten Tangerang.

Fakhri mengungkapkan dirinya menerima suntikan booster pada 10 Agustus 2021 lalu. Ia pun menceritakan efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang muncul usai divaksinasi dosis ketiga itu.

"Gak ada efek yang begitu terasa di awal suntikan, hanya di 6 jam awal terasa ngantuk. Tidak ada efek samping lain sampai 24 jam setelah divaksin booster Moderna," kata Fakhri saat dihubungi detikcom, Jumat (13/8/2021).

"Setelah 24 jam terasa ada nyeri otot, demam sedikit sekitar 37,9 derajat celcius (sub febris), dan pusing sedikit, tapi hanya sehari. Besoknya sudah fit lagi," lanjutnya.

Apakah gejalanya berbeda dengan vaksin dosis 1 dan 2?

Fakhri mengatakan gejala yang muncul setelah suntikan booster ini agak berbeda dengan vaksinasi dosis 1 dan 2 yang sudah diterima sebelumnya. Saat itu, ia hanya merasa gejala ngantuk saja yang dialami selama satu hari.

"Kebetulan sinovac 1 dan 2, saya dulu gejala ngantuk saja," ujarnya.

Fakhri mengatakan efek samping yang muncul akibat vaksin Corona bisa berbeda-beda. Namun, efek samping tersebut masih wajar dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

"Jadi selagi bisa vaksin segera vaksin. Vaksin terbaik adalah vaksin yang tersedia. Semoga dengan ikhtiar dan doa semoga pandemi ini lekas usai," tuturnya.



Simak Video "Kapan Vaksin Booster Dosis Kedua Covid-19 Diberikan untuk Umum?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT