Sabtu, 14 Agu 2021 19:34 WIB

Cerita Para Antivaksin yang Berujung Tragis Akibat Infeksi COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Saat ini, vaksinasi menjadi salah satu cara untuk melawan pandemi COVID-19. Berbagai macam jenis vaksin pun menawarkan manfaat yang sangat baik untuk mencegah terinfeksi virus Corona.

Namun, belum semua orang percaya dan bisa menerima kehadiran vaksin Corona ini. Sebagian orang pun masih enggan divaksinasi karena termakan hoax soal vaksin yang beredar.

Berikut beberapa kisah orang-orang yang menolak untuk divaksinasi yang berujung tragis.

1. Sering mengolok-olok vaksin Corona berujung meninggal dunia

Seorang pria asal California, Amerika Serikat, akhirnya meninggal setelah terinfeksi COVID-19. Semasa hidupnya, pria berusia 34 tahun ini sering mengejek dan membuat candaan bernada sarkastis soal vaksin Corona.

"Saya punya 99 masalah, tapi vaksin bukan salah satunya," cuit Harmon di akun media sosialnya kepada 7 ribu pengikutnya pada Juni lalu.

Sayangnya, pria bernama Stephen Harmon itu dirawat setelah mengidap pneumonia dan COVID-19 di sebuah rumah sakit di kota Los Angeles. Ia lalu meninggal dunia sebulan setelah terinfeksi pada Rabu (21/7/2021).

Sebelum meninggal, ia mengunggah foto saat dirinya dirawat di rumah sakit dengan menggunakan alat bantu pernapasan. Harmond juga sempat meminta doa untuk kesembuhannya.

2. Alami komplikasi parah setelah menentang vaksin Corona

Mantan pembawa acara Newsmax dan penyiar radio bernama Dick Farrel juga sempat menentang dan menolak vaksin Corona. Menurutnya, vaksinasi hanyalah bualan semata.

Naasnya, pria 65 tahun tersebut mengalami sakit parah akibat COVID-19 yang mengharuskannya dibawa ke rumah sakit. Seorang sahabatnya, Amy Leigh Hair, mengatakan sebelum meninggal Farrel sempat mengajak para pendengarnya untuk segera divaksinasi. Ia mengaku menyesal tidak segera mendapatkan vaksin.

"Dia mengirimi saya pesan dan meminta saya untuk divaksin!" Dia memberitahu saya bahwa virus ini bukan lelucon dan dia berkata, 'Saya berharap saya mendapatkannya (vaksin)," kata Hair.

3. Sekeluarga meninggal usai termakan hoax antivaksin

Satu keluarga meninggal dunia setelah terinfeksi COVID-19. Ayah, ibu, dan seorang anaknya mengeluhkan gejala COVID-19 tepat setelah makan malam bersama.

Adalah Shaul Goncalves, pria berusia 40 tahun, Basil sang ayah berusia 73 tahun, dan ibunya bernama Charmagne 65 tahun. Ketiganya tak berhasil melawan COVID-19.

Dikutip dari Daily Star, mereka juga tidak menerima vaksinasi COVID-19 lantaran termakan konspirasi para antivaksin. Hal ini diungkap saudara laki-laki, Shaul, yaitu Francis, satu-satunya yang selamat dari Corona.

Diketahui keluarga tersebut takut menerima vaksin setelah para antivaksin menyebarkan hoax soal bahaya efek samping vaksinasi. Mereka pun takut dan memilih menunda untuk ikut vaksinasi COVID-19.

Hanya dalam waktu beberapa hari, ketiga anggota keluarga tersebut meninggal dunia. Ketiganya dimakamkan pada 1 Agustus 2021 lalu di Lisbon, Portugal.

Tak hanya masyarakat umum, seorang dokter juga sempat menentang vaksin COVID-19. Klik ke halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]