Minggu, 15 Agu 2021 10:07 WIB

Mengenal Virus Marburg, 'Kerabat' Ebola yang Muncul Lagi di Afrika

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Blood cells, molecule of DNA forming inside the test tube. 3D illustration, conceptual image of science and technology. Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage
Jakarta -

Belum usai serangan virus Corona, WHO mengonfirmasi adanya kasus kematian akibat virus Marburg di Guinea, Afrika Barat. Virus Marburg ini masih satu famili dengan virus Ebola yang merupakan anggota famili Filoviridae.

Virus Ebola dan virus Marburg keduanya adalah penyakit endemik Afrika yang langka, tetapi dapat menyebabkan wabah dengan tingkat kematian kasus yang tinggi.

Virus Marburg pertama kali ditemukan pada tahun 1967 di Jerman Barat. Setelah diteliti, orang pertama yang terinfeksi telah terpapar dari monyet hijau Afrika yang diimpor. Setelahnya, wabah ini pun menyebar ke seluruh dunia.

Wabah yang paling memakan banyak korban terjadi di Angola dari tahun 2004 hingga 2005. Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), 90% dari 252 orang yang terinfeksi meninggal.

Virus ini menular melalui kontak langsung dengan darah, organ, atau cairan tubuh lainnya. Selain itu, virus Marburg dapat menular dari orang atau hewan yang terinfeksi, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.

Virus Marburg hidup di inang hewan. Manusia bisa tertular virus Marburg dari hewan yang terinfeksi dengan masa inkubasi 2-21 hari. Setelah penularan awal, virus dapat menyebar dari orang ke orang melalui kontak dengan cairan tubuh atau benda-benda yang tidak bersih seperti jarum yang terinfeksi.

Tanda dan gejala biasanya muncul tiba-tiba dalam waktu 5 sampai 10 hari setelah terinfeksi virus Marburg.

Tanda dan gejala awalnya meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala parah
  • Nyeri sendi dan otot
  • Panas dingin
  • Lemas

Seiring waktu, gejala menjadi semakin parah dan mungkin ditambah dengan:

  • Mual dan muntah
  • Diare (mungkin berdarah)
  • Mata merah
  • Ruam
  • Sakit dada dan batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit perut
  • Penurunan berat badan yang parah
  • Memar
  • Pendarahan, biasanya dari mata, dan ketika sudah sangat parah kemungkinan pendarahan dari telinga, hidung dan dubur.



Simak Video "WHO Konfirmasi Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Marburg"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)