Senin, 16 Agu 2021 12:30 WIB

Wanita Ini Coba Buktikan Efek Magnet Usai Vaksin Corona, Tapi Gagal

Ayunda Septiani - detikHealth
Doctor in personal protective suit or PPE inject vaccine shot to stimulating immunity of woman patient at risk of coronavirus infection. Coronavirus,covid-19 and vaccination concept. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Artem Zakharov)
Jakarta -

Seorang wanita asal California, Amerika Serikat (AS) mengklaim jika dirinya setelah disuntik dengan vaksin Pfizer tubuhnya terasa seperti magnet. Selain itu, ia juga menyebutkan badannya bisa ditempeli logam.

Dikutip dari laman Huffpost, Amelia Miller yang diwawancarai salah satu stasiun tv di Amerika News mengatakan jika dirinya berubah menjadi manusia magnet setelah menerima vaksin Pfizer pada Juni lalu, setelah pada Desember 2020 ia terpapar Corona.

"Mulut saya terasa seperti rasa besi yang sangat kuat. Dan saya teringat beberapa laporan sebelumnya ada sejumlah orang yang mengaku memiliki kemampuan magnetis setelah divaksinasi. Saya tidak percaya karena saya pikir semua video itu adalah tipuan dan orang-orang melakukannya karena ingin mendapatkan ketenaran di media sosial," katanya.

Namun, ia mengklaim bahwa dia bisa menempelkan berbagai jenis logam ke kulitnya. Dan beberapa menit setelah itu rasa logam bisa ia rasakan di mulutnya.

Saat Miller mencoba memamerkan kemampuan magnetnya pada sesi wawancara, ia berhasil menempelkan sepotong logam ke tubuhnya, namun sayangnya pada besi kedua jatuh.

Pembaca berita yang mewawancarainya saat itu, Dan Ball kemudian secara spontan mengaku tidak tahu bagaimana harus menanggapi tindakan Miller.

"Saya terdiam dan ingin mengakhiri wawancara ini sejauh ini," jelas Ball

"Saya berterima kasih atas cerita Anda karena ada lebih banyak informasi di luar sana dan orang-orang bertanya tentang keaslian video serta bagaimana itu bisa terjadi," lanjutnya.

Sementara itu, para ilmuwan mengatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan vaksin COVID-19 dapat membuat seseorang menjadi magnetis.

Jika kondisi tersebut terjadi, kemungkinan besar karena kondisi kulit yang lengket.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)