ADVERTISEMENT

Rabu, 18 Agu 2021 11:00 WIB

COVID-19 RI Mulai 'Turun', Negara Ini Lockdown Lagi Diamuk Varian Delta

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kegembiraan campur haru travel bubble Selandia Baru-Australia Foto: (Nick Perry/AP)
Jakarta -

Saat kasus Corona di Indonesia tampak menurun seiring dengan jumlah tes COVID-19 berkurang, beberapa negara kembali menghadapi ancaman gelombang baru. Misalnya, Selandia Baru.

Negara ini menjadi salah satu negara tersukses memerangi pandemi COVID-19. Nyaris 6 bulan terbebas dari Corona, kini Selandia Baru kembali lockdown di tengah kemunculan COVID-19 varian Delta.

Sementara China, termasuk Wuhan, yang sebelumnya sempat 'ketar-ketir' menghadapi varian Delta, kondisinya sudah jauh lebih baik. Hanya ada 42 kasus baru, jauh lebih rendah ketimbang beberapa waktu lalu melampaui 100 kasus.

Berikut rangkuman detikcom soal negara-negara yang kembali lockdown usai menghadapi gelombang baru Corona.

1. Jepang

Jepang memperpanjang status darurat di Tokyo, dan wilayah lainnya. Status darurat ini akan berakhir pada 31 Agustus, tetapi rencananya dilanjutkan hubgga 12 September.

Status darurat ditetapkan usai lonjakan COVID-19 terjadi di beberap wilayah seperti Tokyo, dengan 4.277 kasus baru per Selasa, dan rekor di hari Jumat lalu dengan 5.773 kasus.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menilai lonjakan kasus COVID-19 diakibatkan varian Delta.

"Varian Delta yang mengamuk di seluruh dunia menyebabkan kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara kita," sebut dia.

"Kasus-kasus serius meningkat dengan cepat dan membebani sistem medis, khususnya di wilayah ibu kota," lanjutnya, dikutip dari Reuters.

Selama status darurat berlangsung, aktivitas di restoran akan tutup lebih awal. Pembatasan aktivitas akan berlaku hampir 60 persen populasi Jepang, karena mencakup tujih prefektur Ibaraki, Tochigi, Gunma, Shizuoka, Kyoto, Hyogo, dan Fukuoka.

2. Selandia Baru

Jalanan di Selandia Baru mendadak seperti kota mati saat negara tersebut kembali menerapkan lockdown. Pertama kalinya Selandia Baru kembali menerapkan lockdown, sejak enam bulan lalu.

Hal ini dilakukan pemerintah untuk mengekang penyebaran varian Delta. Padahal, sebelumnya Selandia Baru telah hidup bebas dari Corona.

Perdana Menteri Jacinda Ardern Selandia Baru memerintahkan lockdown nasional selama 3 hari pada Selasa setelah satu kasus, diduga varian Delta, ditemukan di kota terbesar Selandia Baru, yaitu Auckland.

Selanjutnya, Ardern pada hari Rabu mengkonfirmasi kasus baru adalah varian Delta. Ia mengungkap ada total 5 kasus yang dikonfirmasi, semuanya terkait dengan infeksi asli.

Salah satu kasus baru adalah perawat yang divaksinasi lengkap dari Rumah Sakit Auckland.

"Kami selalu memiliki cara kami untuk merespons dan itu sulit dan berjalan lebih awal, karena itu jauh lebih baik daripada menjadi ringan dan panjang dan berakhir dengan lockdown yang berkepanjangan," kata Ardern dalam sebuah video yang diposting di Facebook.

Negara ini akan berada dalam lockdown level 4, tingkat siaga tertinggi, setidaknya selama tiga hari, sementara Auckland akan tetap terkunci selama tujuh hari.

Di ibu kota Wellington, hanya sedikit orang yang berani keluar di pusat kota, yang biasanya ramai dengan pembeli dan pekerja kantoran, sementara tayangan televisi menunjukkan pemandangan serupa di Auckland.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT