Rabu, 18 Agu 2021 15:05 WIB

Drama Masuk Mal era PPKM: Mau Scan QR Code PeduliLindungi, Eh Jaringan Error

Syifa Aulia - detikHealth
Antrean scan QR Code PeduliLindungi di Mal Kota Kasablanka Foto: Syifa Aulia/detikHealth
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengizinkan pembukaan mal dengan kapasitas 50 persen. Hal ini sesuai dengan Keputusan Gubernur Nomor 987 Tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM Level 4 di DKI.

Selain jumlahnya dibatasi, pengunjung mal juga wajib sudah divakasinasi yang dibuktikan lewat aplikasi PeduliLindungi. Teknisnya, pengunjung akan diminta men-scan QR code yang tersedia, lalu status vaksinasinya akan terkonfirmasi di aplikasi tersebut.

Sistem ini telah diterapkan salah satunya di Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan. Menurut pantauan detikcom, Rabu (18/8/2021), pengunjung menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk men-scan QR Code yang tersedia di depan pintu masuk mal.

Beberapa petugas keamanan dikerahkan untuk membantu mengarahkan pengunjung yang masih kebingungan.

Mulanya, proses scanning berjalan lancar pada pukul 11.00 WIB. Tetapi, sekitar setengah jam kemudian, aplikasi PeduliLindungi mengalami error. Saat dibuka, aplikasi menjadi lambat hingga tombol menu sulit dioperasikan.

Salah satu pengunjung bernama Haliza sempat mengalami kendala itu. Ia datang bersama temannya, Della, untuk membeli barang keperluan.

"Iya tadi nggak bisa scan barcode," katanya, yang baru memiliki sertifikat vaksin pertama.

Hal ini menyebabkan penumpukan antrean yang cukup panjang di area sentral lobi. Pada antrian itu terlihat pengunjung tidak melakukan jaga jarak sesuai protokol kesehatan. Kendala aplikasi itu lantas membuat antrian semakin tidak kondusif.

Untuk mengurai antrean, petugas mengarahkan pengunjung duntuk menunjukkan KTP dan sertifikat vaksin yang telah didownload atau dicetak.

Menanggapi peraturan baru ini, Haliza berkata bahwa penggunaan aplikasi terlalu ribet.

"Kadang-kadang jaringan suka nggak bagus kalau di mal," pungkas Haliza.

"Kalau bisa sih pakai kartu aja. Kasian kalau mau kerja, tadi ada orang yang mau kerja terus telat," lanjutnya.

Senada dengan Haliza, Endar (44), pengemudi ojek online di Grab juga mengaku kebingungan.

"Agak kagok juga. Ngeribetin banget lah," keluh Endar.

Endar mengaku baru pertama kali mencoba aplikasi PeduliLindungi. Saat ditemui di Kokas, ia baru melakukan pendaftaran pada aplikasi tersebut.

Simak video 'Pro Kontra Masyarakat soal Scan Barcode Sertifikat Vaksin untuk Masuk Mal':

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)