Jumat, 20 Agu 2021 18:32 WIB

Penyintas SARS yang Diberi Vaksin COVID-19 Bisa Punya Antibodi Super

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
i Vaksinasi COVID-19. (Foto: Fiona Goodall/Getty Images)
Jakarta -

Sekelompok peneliti dari Singapura dalam laporan terbaru menemukan penyintas wabah severe acute respiratory syndrome (SARS) ternyata bisa memproduksi antibodi super saat diberi vaksin COVID-19. Antibodi ini disebut dapat melawan berbagai varian COVID-19 dan juga virus yang menyerang sistem pernapasan lainnya.

Virus penyebab SARS dan COVID-19 diketahui masih dalam satu keluarga yang sama. Hanya saja kekebalan terhadap SARS belum tentu sama dengan kekebalan terhadap COVID-19, oleh karena itu para penyintas tetap disarankan mendapat vaksin COVID-19.

Dikutip dari The New England Journal of Medicine (NEJM), peneliti dalam studinya membandingkan antibodi penyintas SARS yang sudah mendapat vaksin Pfizer, penyintas SARS yang belum divaksinasi, penyintas COVID-19 yang sudah divaksinasi, dan orang yang sama sekali belum pernah terinfeksi namun sudah divaksinasi.

Sampel darah para responden lalu antibodinya 'diadu' ke 10 virus yang bisa menyerang saluran pernapasan. Termasuk di dalamnya virus SARS, virus orisinal COVID-19, berbagai varian COVID-19, dan virus lainnya yang juga bisa ditemukan di kelelawar.

Peneliti menemukan hanya antibodi dari penyintas SARS yang sudah divaksinasi memberikan reaksi kuat pada seluruh 10 virus. Diharapkan temuan ini bisa membantu mengembangkan satu terapi yang bisa melawan berbagai varian virus.

"Tingkat antibodinya tinggi dan berspektrum luas, bisa menetralisasi tidak hanya berbagai varian COVID-19 yang dikhawatirkan tapi juga sarbecovirus lain yang diidentifikasi berpotensi menginfeksi manusia dari tenggiling dan kelelawar," kata peneliti seperti dikutip dari jurnal pada Jumat (20/8/2021).

SARS sendiri sempat membuat heboh dunia pada tahun 2002-2004 karena tiba-tiba saja muncul dan mewabah, menginfeksi lebih dari 8.000 orang di 29 negara dan menyebabkan sekitar 800 kematian sebelum akhirnya berhasil ditekan.



Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)