Sabtu, 21 Agu 2021 08:06 WIB

Pakar: Mustahil Corona Jadi Endemik 2022, RI Masih Akan Hadapi Puncak Kasus

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Bangkok, Thailand - Mar 2020 : Crowd of unrecognizable business people wearing surgical mask for prevent coronavirus Outbreak in rush hour working day on March 18, 2020 at Bangkok transportation Foto: Getty Images/Tzido
Jakarta -

Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman meminta masyarakat untuk tetap waspada dan memperketat protokol kesehatan di tengah pelonggaran syarat mobilitas. Hal ini dikarenakan Indonesia masih akan menghadapi puncak kasus COVID-19, khususnya di luar Jawa.

Sementara di Jawa, bukan berarti kasus COVID-19 sudah terkendali. Saat ini, Dicky memastikan Corona tengah menyebar di pedesaan dan bisa memicu peningkatan angka kematian COVID-19 yang signifikan jika respons sistem kesehatan serta peningkatan penemuan kasus hingga tracing tidak dimasifkan.

"Bisa sewaktu-waktu memburuk lagi kalau saat ini Jawa Bali tidak serius tidak disiplin. Tidak konsisten dalam tahapan pelonggarannya, main bablas, tidak ada gradasi, ini berbahaya. Karena kalau bicara Indonesia negara kepulauan jadi nanti ada lagi puncaknya di September, mungkin dari Sumatera atau NTT," jelas Dicky kepada detikcom Sabtu (21/8/2021).

"Bahkan Jawa sendiri baru mereda di akhir September, karena saat ini lagi merambahnya di pedesaan, kampung kampung," sambungnya.

Baca juga: Corona Menyebar ke Pedesaan, Pakar Prediksi RI Masih Bisa Hadapi Puncak Kasus

Apakah COVID-19 akan menjadi endemik di tahun depan?

Dicky mengatakan hal tersebut mustahil. Melihat tren kasus COVID-19 saat ini, dengan angka positivity rate kerap di atas 10 persen, masih sangat jauh perjalanan menuju endemik.

"COVID-19 menjadi endemik itu kita belum bisa memperkirakan tepat waktunya ya, karena tahapan pandemi ini pun kan masih tanda tanya. Dan endemik itu tahapan setelah pandemi, ada epidemi, lalu endemik," kata dia.

"Jadi masih panjang, bisa 4-5 tahun lagi, yang jelas bukan tahun depan."

Simak video 'Pandemi Covid-19 Berubah Jadi Endemi Masih Dipertanyakan':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)