Sabtu, 21 Agu 2021 11:22 WIB

Negara Ini Diamuk COVID-19 Usai Berbulan-bulan Bebas Corona, Apa yang Terjadi?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Selandia Baru kembali melaporkan lonjakan kasus COVID-19 varian Delta, dan jumlahnya diprediksi akan terus meningkat. Negara tersebut melaporkan 21 kasus baru Corona pada Sabtu (21/8/2021).

Karenanya, kasus wabah COVID-19 varian Delta sudah mencapai 51 orang. Dari total tersebut, 21 kasus baru yang dilaporkan adalah 18 orang yang terinfeksi di kota terbesar Selandia Baru, Auckland, dan tiga kasus lainnya di ibu kota Wellington.

Perdana Menteri Jacinda Ardern langsung menerapkan lockdown di negara berpenduduk 5,1 juta orang pada hari Selasa kemarin ketika wabah meluas dengan cepat, khususnya di dua kota utama.

"Salah satu hal yang kami pelajari dari New South Wales adalah bahwa virus dapat terus menyebar selama lockdown," kata Ardern tentang wabah di negara bagian tetangga terpadat di Australia.

New South Wales pada hari Sabtu mencatat rekor 825 kasus baru ketika wabah Delta melonjak meskipun lockdown diterapkan selama berminggu-minggu.

"Tidak ada yang menginginkan lockdown yang diperpanjang dan tidak ada yang ingin melihat tingkat penularan itu, jadi hal nomor satu yang dapat dilakukan semua orang saat ini adalah mengurangi kontak Anda dengan lainnya," kata Ardern.

Apa yang terjadi?

Wabah Selandia Baru diyakini berasal dari seorang pelancong dari Sydney, di ibu kota New South Wales hingga akhirnya menyebar dengan cepat di sana. Padahal, Selandia Baru sebelumnya sudah bebas COVID-19 dan hidup tanpa pembatasan termasuk tanpa menggunakan masker.

Lockdown yang kembali diterapkan diperpanjang hingga sepekan.

"Negara ini telah mencatat lebih dari 2.600 kasus virus corona yang dikonfirmasi dan 26 kematian akibat COVID-19," menurut kementerian kesehatan, dikutip dari Straits Times.

Hanya 19 persen dari populasi yang telah divaksinasi sepenuhnya, Selandia Baru memiliki laju paling lambat terkait cakupan vaksinasi di antara negara2 kaya.

(naf/up)