Selasa, 24 Agu 2021 06:39 WIB

e-Life

Bolehkah Kombinasikan Vaksin yang Berbeda-beda?

dtv - detikHealth
Jakarta -

Terdapat beberapa merek vaksin COVID-19 yang sudah didistribusikan di Indonesia. Dua merek yang baru-baru ini tiba di Indonesia adalah Moderna dan Pfizer.

Meskipun terdapat beragam merek vaksin COVID-19, bukan berarti penerima vaksin dapat bebas mengombinasikan merek yang ada dalam rangkaian vaksinasi mereka. Misalnya, jika ia menerima vaksin Sinovac di dosis pertama, lalu menerima vaksin Moderna di dosis kedua.

"Berdasarkan surat dari Kementerian Kesehatan, yang saya tahu tetap direkomendasikan vaksin itu tidak berbeda jenis. Jadi, satunya Sinovac, kedua Sinovac. Kalau satunya AZ, keduanya lagi-lagi AZ. Demikian pula nanti Moderna dan Pfizer," jelas Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD-KPsi di acara e-Life detikcom.

Akan tetapi, ketersediaan vaksin yang masih belum merata di Indonesia menyebabkan adanya kondisi-kondisi khusus sehingga beberapa orang mengalami penyuntikan vaksin dengan dua merek berbeda.

"Tapi sekitar bulan Maret atau April tahun ini, saya mulai dihubungi beberapa teman di daerah yang menyampaikan problem di daerah mereka. Kita tahu sempat ada periode di mana teman-teman di daerah itu agak terlambat menerima. Ada juga di daerah tertentu pada periode pertama dia menerima Sinovac, lalu pada suntikan kedua yang mereka terima, Astra Zeneca. Saya nggak tahu apakah nanti pada Moderna seperti itu, dan apakah ini cukup luas karena ini kan pertanyaan-pertanyaan parsial ya," lanjut dokter yang biasa disapa sebagai dr. Koko ini.

Maka, menurut dr. Koko, selain merujuk pada regulasi dari Kementerian Kesehatan, masyarakat juga perlu memaklumi kondisi ketersediaan vaksin di lapangan.

"Karena bagaimanapun kita tidak bisa menuntut kondisi yang terlalu ideal pada kondisi Indonesia sekarang, di mana stok vaksin itu terbatas dan distribusinya sendiri memang belum merata," terangnya.

(gah/gah)