Selasa, 24 Agu 2021 12:15 WIB

Ditolak Vaksin COVID-19 Dosis 2, Warga Harus Apa? Ini Saran Kemenkes

Vidya Pinandhita - detikHealth
Vaksinasi COVID-19 terus digencarkan meski di tengah pemberlakuan PPKM Darurat. Hingga saat ini sudah lebih dari 42 juta warga Indonesia disuntik vaksin Corona. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Terkait keluhan sejumlah warga soal kendala vaksinasi COVID-19 dosis 2, Kementerian Kesehatan menegaskan pemberian dosis 2 harusnya bisa dilakukan di mana saja. Bahkan, jika warga tak kunjung menerima SMS dari 1199 setelah menerima dosis 1.

Jika penerima vaksin tak kunjung mendapat tautan sertifikat dan jadwal vaksinasi dosis 2 via SMS, data sudah tercatat dalam PCare sehingga vaksinasi dosis 2 tetap bisa dilakukan.

"Dosis kedua seharusnya bisa dilaksanakan di fasilitas layanan kesehatan yang menjadi pemberi vaksin di dosis 1 ataupun di Puskesmas terdekat dengan tempat tinggal," terang juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi pada detikcom, Senin (23/8/2021).

"Tidak ada masalah karena jadwal sudah ada di sistem PCare jadi sudah tercatat sesuai jadwal vaksinasi dosis kedua," lanjutnya.

Menurutnya, vaksinasi dosis 2 umumnya dilakukan di lokasi yang sama dengan dosis pertama. Misalnya, di Puskesmas yang sama.

"Lokasi kedua biasanya di tempat yang sama. Artinya, di Puskesmas yang sama. Bukan sentra vaksinasinya ya. Kan di kartu vaksin ada faskes pemberi pelayanan vaksinasinya," jelas dr Nadia.

Jika ditolak di Puskesmas untuk dosis ke-2, warga harus apa?

Menurut dr Nadia, lantaran data sudah tercantum di layanan PCare, penolakan vaksinasi dosis 2 seharusnya tidak terjadi di mana pun.

Namun untuk warga yang terkendala menerima dosis 2, misalnya dengan alasan tidak kunjung menerima SMS sejak vaksinasi dosis 1, bisa menghubungi call centre di 119 ext 9.

"Seharusnya tidak ada penolakan karena vaksinasi bisa dilakukan di mana saja ya. Bisa menghubungi call centre di 119 ext 9 ya, atau kalau ada situs pelaporan milik Pemda bisa juga dilakukan hal seperti ini," pungkas dr Nadia.



Simak Video "Penegasan WHO soal Vaksin Covid-19 Bisa Kurangi Keparahan Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)