Selasa, 24 Agu 2021 13:03 WIB

Tantangan Vaksin Merah Putih, Relawan Uji yang Belum Divaksin Makin Sedikit

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Ilustrasi vaksin Corona. (Foto: iStock)
Jakarta -

Di tengah hadirnya berbagai jenis vaksin COVID-19, Indonesia masih terus mengembangkan vaksin Merah Putih. Vaksin ini diproduksi oleh enam lembaga, di antaranya Universitas Airlangga dan Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman.

Soal perkembangan riset vaksin merah putih, Kepala LBM Eijkman Prof Amin Soebandrio membeberkan sejumlah kendala yang dihadapi selama uji klinis. Mulai dari sulit mendapat relawan hingga kemunculan mutasi.

Prof Amin menjelaskan semakin banyak masyarakat yang sudah divaksinasi, maka nantinya akan sedikit jumlah subjek yang memenuhi syarat untuk melakukan uji klinis. Sebab, persyaratan melakukan uji klinis ini harus dilakukan pada subjek atau manusia yang belum menerima vaksin COVID-19.

"Semakin banyak populasi yang sudah divaksinasi, semakin sedikit jumlah subjek yang memenuhi persyaratan untuk uji klinis. Karena persyaratan uji klinis adalah mereka yang belum pernah divaksinasi," kata Prof Amin dalam webinar Society of Indonesian Science Journalist (SISJ), Senin (23/8/2021).

Menurut Prof Amin, ini merupakan situasi yang dilematis. Di satu sisi masyarakat mengharapkan adanya herd immunity secepatnya, tetapi sisi lain itu menjadi tantangan pengembangan vaksin Merah Putih.

Kendala lainnya, lanjut Prof Amin, kemunculan mutasi dari virus Corona. Untuk itu, ia menilai harus terus memantau varian Corona yang mendominasi virus yang beredar saat ini.

Prof Amin mengungkapkan saat ini dari 90 persen virus Corona yang beredar adalah varian Delta (B1617.2). Dengan banyaknya mutasi, ia belum bisa memprediksi kondisi mutasi virus Corona beberapa bulan ke depan.

"Saat ini lebih dari 90 persen yang beredar adalah varian Delta. Tetapi, kita belum tahu kondisi beberapa bulan ke depan," jelas Prof Amin.

Selain kendala di atas, Prof Amin juga mengungkapkan tantangan dalam mengembangkan vaksin Merah Putih yakni memastikan tiga kriteria. Kriteria tersebut adalah aman, efektif, dan halal serta dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.



Simak Video "Menilik Rencana Skema Uji Klinik Vaksin Merah Putih Unair"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)