Selasa, 24 Agu 2021 16:34 WIB

Atlet Ini Jadi Satu-satunya Wakil Afghanistan di Paralimpiade Tokyo 2020

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 12: Abbas Karimi of the Refugees Para Team uses his leg to pull himself out of the pool following the Mens 50m Butterfly S5 Final on Day Four of the London 2019 World Para-swimming Allianz Championships  at Aquatics Centre on September 12, 2019 in London, England. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images) Abbas Karimi jadi satu-satunya atlet asal Afghanistan yang berlaga di Paralimpiade 2020. (Foto: Getty Images/Catherine Ivill)
Jakarta -

Abbas Karimi akan menjadi satu-satunya atlet asal Afghanistan yang akan berlaga di Paralimpiade Tokyo 2020. Ia akan berlaga sebagai atlet renang di Paralimpiade yang akan dimulai pada hari ini, Selasa (24/8/2021).

Namun ia tak akan membawa bendera Afganistan namun sebagai bagian dari Refugee Paralympic Team (RPT). Dikutip dari Sportstar, Karimi lahir di Afghanistan, tetapi pada usia 16 tahun ia meninggalkan negara itu tanpa keluarganya untuk menghindari konflik dan mengejar mimpinya menjadi atlet.

Karimi adalah atlet renang tanpa lengan yang mulai terjun menekuni mimpinya pada usia 13 tahun. Saat terjadi kekacauan di Afghanistan, ia pergi mengungsi ke Iran.

Selang beberapa lama di Iran, ia lalu ke Turki untuk bergabung di kamp pengungsi untuk anak di bawah umur. Di sana, ia ikut kompetisi renang dan bakatnya ditemukan oleh mantan pelatihnya yang kemudian memboyongnya ke Amerika.

"Saya adalah seorang pengungsi di Turki, saya tidak memiliki paspor untuk terbang. Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi membantu saya menjelaskan kasus saya dan kemudian AS menerima saya sebagai pengungsi. Ketika saya akhirnya sampai di sana, saya mengatakan ini adalah kesempatan lain, kesempatan kedua," kata Karimi.

Sebelumnya dikabarkan para atlet Afghanistan terpaksa mundur dari Olimpiade karena semua penerbangan keluar dari ibu kota Kabul dibatalkan setelah Taliban menguasai negara yang sedang dilanda perselisihan itu.

Komite Paralimpiade Internasional Andrew Parsons mengatkan upacara pembukaan Paralimpiade Tokyo akan tetap menampilkan bendera Afghanistan sebagai bentuk solidaritas bahkan ketika para atlet negara itu dipaksa keluar dari Olimpiade setelah pengambilalihan Taliban di sana.

"Kami akan memasukkan bendera Afghanistan dalam upacara sebagai tanda solidaritas dan kami telah mengundang perwakilan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi di sini untuk bertindak sebagai pembawa bendera," kata Parsons.



Simak Video "WHO Ungkap Kondisi Terkini Fasilitas Kesehatan di Afghanistan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)