Rabu, 25 Agu 2021 09:31 WIB

Diblokir Taliban, Fasilitas Kesehatan di Afghanistan 'Sekarat'!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pencari suaka WN Afghanistan menggelar aksi di depan kantor UNHCR, Jakarta Pusat. Mereka menuntut terkait kejelasan nasib mereka di Indonesia. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hanya memiliki persediaan alat kesehatan yang bertahan selama seminggu di Afghanistan setelah pengiriman peralatan medis dari luar negeri diblokir oleh pembatasan di bandara Kabul.

Pejabat WHO mengatakan 95 persen fasilitas kesehatan di Afghanistan tetap beroperasi tetapi beberapa staf wanita belum kembali ke pos mereka dan beberapa pasien wanita sekarang takut meninggalkan rumah mereka.

"Kami dengan cepat mendistribusikan pasokan penyelamat ke fasilitas kesehatan dan mitra di Kabul, Kandahar dan Kunduz tetapi WHO sekarang hanya memiliki persediaan yang bertahan selama satu minggu. Kemarin 70% dari pasokan ini dikirimkan ke fasilitas kesehatan," kata direktur regional WHO Ahmed Al-Mandhari dikutip dari Reuters, Rabu (25/8/2021).

Pengiriman lebih dari 500 ton pasokan medis dari Dubai termasuk peralatan bedah dan peralatan malnutrisi telah ditunda karena pembatasan di bandara Kabul, kata WHO.

WHO mendapat respons dari negara-negara yang menawarkan penerbangan bantuan untuk membawa pasokan alat kesehatan dan berharap adanya kemajuan dalam minggu ini.

Pihaknya juga khawatir adanya ketidakpastian di Afghanistan dapat meningkatkan infeksi COVID-19, dengan pengujian turun 77 persen dalam seminggu terakhir dan vaksinasi juga turun.

Bandara Kabul telah diliputi oleh kekacauan dan kekerasan sejak Taliban merebut ibukota Afghanistan pada 15 Agustus. Lebih dari 18 juta orang, setengah populasi Afghanistan, membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.

"Kebutuhan ini semakin hari semakin meningkat," tambah Mandhari.



Simak Video "WHO Ungkap Kondisi Terkini Fasilitas Kesehatan di Afghanistan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)