Rabu, 25 Agu 2021 10:11 WIB

Tanya Dokter

Apa Saja Vaksin COVID-19 yang Aman Bagi Ibu Hamil dan Menyusui? Cek di Sini

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi hamil Vaksin apa yang aman bagi ibu hamil? (Foto: Getty Images/iStockphoto/tonefotografia)
Jakarta -

Program vaksinasi COVID-19 kini mulai menjangkau semua kalangan. Mulai dari usia 12-17 tahun, pengidap komorbid, lansia, hingga ibu hamil.

Untuk ibu hamil, rupanya masih banyak yang mempertanyakan vaksin mana saja yang aman diberikan. Berikut salah satunya.

Selamat siang

Perkenalkan nama saya Albert. Saya ingin menanyakan perihal vaksin COVID-19. Selama ini dari pemberitaan semua media dan yang terjadi di lapangan bahwa vaksin ini bermacam macam dan untuk kalangan tertentu.

Yang saya mau tanyakan adalah, apakah sudah ada vaksin COVID-19 yang aman untuk ibu menyusui? Dan bila memang ada, apakah sudah ada uji klinisnya tentang hal ini. Mohon dapat diberikan jawaban dan pencerahan serta buktinya.

Terima kasih.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, detikcom menghubungi Sekretaris Jenderal Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), dr Budi Wiweko, SpOG(K)-FER, MPH. Berikut jawabannya.

Semua jenis vaksin COVID-19 bisa digunakan untuk ibu menyusui. Sejauh ini, tidak ada masalah atau isu yang berkaitan dengan vaksinasi COVID-19 untuk ibu menyusui.

Vaksinasi COVID-19 untuk ibu menyusui ini sudah dilakukan sejak awal program vaksin pada Januari 2021 lalu, bersamaan dengan kelompok masyarakat yang lain.

Selain itu, rekomendasi vaksinasi COVID-19 untuk ibu menyusui juga sudah keluar bersamaan dengan kelompok penerima vaksin lainnya. Ini berbeda dengan ibu menyusui yang uji klinisnya jelas berbeda dan baru ada rekomendasinya dari POGI.

Bagaimana efek sampingnya?

Terkait efek samping vaksin COVID-19 pada ibu menyusui sama seperti kelompok penerima vaksin lainnya. Sejauh ini tidak ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang serius dan tidak berpengaruh pada produksi ASI-nya. Jadi, tidak ada masalah.

Bagaimana dengan ibu hamil?

Berbeda dengan ibu hamil yang belum lama ini mendapatkan rekomendasi dan diperbolehkan untuk menerima vaksinasi COVID-19. Ini ditujukan untuk memberikan perlindungan lebih bagi ibu dan bayinya dari virus Corona.

Ada beberapa syarat khusus agar ibu hamil bisa divaksinasi, seperti:

  • Tekanan darah harus di atas 140/90 mmHg
  • Usia kehamilan 13 minggu hingga hamil aterm
  • Tidak ada tanda-tanda yang mengarah ke preeklampsia berat seperti nyeri kepala, nyeri ulu hati, pusing, gangguan penglihatan, mual muntah, kaki bengkak disertai tekanan darah tinggi.
  • Jenis vaksin COVID-19 yang bisa digunakan untuk ibu hamil mengacu pada edaran Kementerian Kesehatan yaitu vaksin Pfizer, Moderna, dan Sinovac.

Rekomendasi POGI soal vaksinasi ibu hamil ini, juga melampirkan berbagai efek samping yang muncul saat uji klinis dengan vaksin Sinovac yang umumnya usai vaksinasi. Efek samping lokal seperti nyeri, indurasi, kemerahan, dan pembengkakan.

Efek samping sistemik yang dilaporkan yaitu myalgia, fatigue (kelelahan), dan demam. Sementara efek samping berat yang dilaporkan dan mungkin terkait dengan vaksin yaitu rhinitis, faringitis, nyeri perut, dispepsia, nausea, vomiting, urtikaria, sakit kepala, malaise, pireksia.

Pada studi besar di Amerika Serikat (AS), penelitian ibu hamil usai diberikan vaksin Pfizer dan Moderna juga memberikan hasil yang baik. Efek samping yang muncul seperti nyeri pada lokasi suntik, pegal, hingga meriang.

Dari penelitian tersebut, tidak ada efek samping yang mempengaruhi kehamilan atau anaknya saat lahir. Tidak ada kecacatan, tidak ada gangguan pertumbuhan bayi, tidak ada peningkatan kematian bayi, hingga angka abortus.

Catatan: Pembaca boleh bertanya semua hal seputar tips atau informasi soal kesehatan atau kebugaran lainnya. Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah kesehatan atau kebugaran bisa dikirim ke: redaksi@detikhealth.com, pertanyaan terpilih akan dijawab oleh para pakar kesehatan.

Simak video 'Cegah Stunting, Menkes Minta Busui Positif Covid-19 Tetap Menyusui':

[Gambas:Video 20detik]



(sao/up)