Rabu, 25 Agu 2021 07:12 WIB

Sosok Inspiratif

Lebih Dekat Mengenal dr Nadia, Bagaimana Sih Rasanya Jadi Jubir Kemenkes?

Ayunda Septiani - detikHealth
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Siapa sih yang nggak kenal dengan dr Siti Nadia Tarmizi, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI yang sering muncul di pemberitaan selama pandemi virus Corona? Setiap hari, ia aktif memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mudah terhasut oleh pemberitaan hoax tentang seputar COVID-19 termasuk vaksinasi.

dr Nadia, begitu sapaannya, mendapat tugas tambahan sebagai juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejak akhir Desember 2020 lalu. Wanita lulusan magister epidemiologi FKUI ini, sejak menjadi jubir, hampir seluruh waktunya habis terpakai untuk menginformasikan dan mengisi sejumlah webinar perkembangan COVID-19.

Sampai jam 12 malam, ia masih harus mengklarifikasi isu COVID-19 yang beredar. Tidak ada tanggal merah dan hari libur, setiap hari dr Nadia sigap menjawab pertanyaan sejumlah media.

Pesan masuk para wartawan melalui WhatsApp-nya setiap hari saja bisa sampai 70 pertanyaan, belum lagi menghadiri sejumlah webinar. Aktivitas bersama media sudah dimulai sejak pukul 05:30 WIB, sambil menjalankan peran sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI.

"Hampir setiap hari, 7 hari dalam seminggu. Biasanya kalau aku bangun subuh itu jam 05.30 sudah mulai ada 1-2 pertanyaan, atau setidaknya sudah ada janjian kapan bisa diwawancara," kata dr Nadia saat dihubungi detikcom, Selasa (24/8/2021).

"Kalau di awal-awal dulu masih bisa karena belum terlalu banyak, pada satu hari itu aku bisa mengatur waktu untuk bisa melakukan wawancara. Tapi, kadang-kadang karena ada kegiatan program, aku tidak bisa memenuhi dengan cepat dari teman media," tambahnya.

Sebagai Direktur P2PML, dr Nadia membawahi beberapa program besar yang menjadi komitmen global seperti pengendalian tuberkulosis, pengendalian HIV, dan penyakit infeksi menular lainnya serta mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan penyakit akibat infeksi saluran cerna.

Biasanya kalau aku bangun subuh itu jam 05.30 sudah mulai ada 1-2 pertanyaan, atau setidaknya sudah ada janjian kapan bisa diwawancaradr Siti Nadia Tarmizi - Jubir Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI

Sempat menjadi staf print-photocopy berkas di Kemkes

Jauh sebelum menjadi jubir vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI, kiprah dr Nadia di Kementerian Kesehatan sudah dimulai sejak 2001 lalu. Ia bahkan sempat menjadi staf biasa yang tugasnya hanya memprint berbagai berkas.

"Pada 2001 pertengahan aku di Kementerian Kesehatan, waktu itu di Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, memulai karier dari bawah. Dari seorang staf, kita relatif membuat surat, fotocopy, mengantar surat itu aku lakoni," tuturnya.

dr Nadia mulanya dikenal sebagai dokter berprestasi yang akhirnya mendapat kesempatan berkarier sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Bak memulai perjalanan dari nol, di tahun 2005-2009 karier dr Nadia mulai berkembang, ia diminta membantu menangani program tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

Empat tahun berjalan, tepatnya 2010, dr Nadia menjabat sebagai Subdirektorat Malaria. Setelahnya dr Nadia pun beralih menjadi Kasubdit HIV dan menjabat selama empat tahun. Sebelum menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, perempuan kelahiran Palembang ini menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik sejak 2018.

Dan pada akhirnya di penghujung tahun 2020 lalu dr Nadia ditunjuk sebagai jubir vaksinasi COVID-19. Perjuangan dr Nadia meniti karier hingga saat ini bukan tanpa beban, tetapi ia terus gigih dan semangat hingga sukses menginspirasi banyak orang, khususnya wanita.

Seperti apa saja suka-duka dr Nadia menjadi jubir vaksinasi COVID-19? Nantikan artikel selanjutnya ya, detikers!

Lihat juga video 'Apakah Masyarakat Umum Bakal Dapat Vaksin Booster? Ini Kata Kemenkes':

[Gambas:Video 20detik]



(ayd/up)