Rabu, 25 Agu 2021 12:45 WIB

Baru 34 Persen Nakes Dapat Booster Vaksin, Ini Alasannya Menurut IDI

Firdaus Anwar - detikHealth
Jakarta -

Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan suplai vaksin COVID-19 Moderna sebagai dosis ketiga atau booster vaksin untuk tenaga kesehatan (nakes). Ini dilakukan dalam rangka memberi para nakes efek perlindungan lebih di tengah meningkatnya berbagai kasus varian COVID-19.

Hanya saja menurut laporan baru sebanyak 34 persen target tenaga kesehatan yang mendapat dosis ketiga vaksin Moderna. Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Slamet Budiarto mengatakan tantangannya, selain masalah distribusi, adalah karena efek samping vaksin yang memang relatif lebih kuat.

Hal ini membuat fasilitas kesehatan (faskes) jadi lebih berhati-hati mengatur jadwal vaksinasi. Tujuannya agar Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di antara nakes tidak berbarengan sehingga membuat pelayanan untuk masyarakat umum terganggu.

"Saat ini memang cakupannya baru 34 persen, tetapi cakupan 34 persen itu penyebabnya tidak hanya distribusi. Karena efeknya yang agak sedikit lumayan sehingga faskes mengatur," kata Slamet dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (25/8/2021).

"Karena kalau satu faskes divaksin semua, bisa-bisa hari berikutnya tutup faskesnya," lanjut Slamet.

KIPI vaksin Moderna yang sering dilaporkan di antaranya adalah nyeri di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, sendi, dan demam. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan sebagian besar KIPI ini masih dalam kategori ringan.

Slamet sendiri mengaku ia juga merasakan KIPI usai mendapat dosis vaksin Moderna.

"Kemarin habis vaksin Moderna jadi cukup hebat, lumayan efeknya," kata Slamet.

(fds/up)