Rabu, 25 Agu 2021 13:30 WIB

Vaksin Corona Sputnik-V Dapat Izin BPOM, Ini Daftar Efek Sampingnya

Ayunda Septiani - detikHealth
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat vaksin COVID-19 Sputnik-V buatan Rusia. Vaksin Sputnik-V akan diberikan pada usia 18 tahun ke atas.

Vaksin ini menggunakan teknologi adenovirus seperti vaksin AstraZeneca. Selain memiliki efikasi tinggi, vaksin Sputnik V diklaim efektif melawan varian Delta.

"Sementara untuk efikasinya, data uji klinik fase 3 menunjukkan Vaksin COVID-19 Sputnik-V memberikan efikasi sebesar 91,6% (dengan rentang confidence interval 85,6% - 95,2%)," kata Penny, dalam rilis yang dilihat detikcom, Rabu (25/8/2021).

Reaksi efek samping yang dilaporkan dari vaksin Sputnik V bersifat ringan-sedang. Sebagian besar penerima vaksin hanya mengeluh:

- Demam
- Menggigil
- Nyeri sendi
- Nyeri otot
- Badan lemas
- Ketidaknyamanan
- Sakit kepala
- Hipertermia
- Reaksi lokal pada lokasi injeksi

Vaksin Sputnik-V diberikan secara injeksi intramuskular (IM) dengan dosis 0,5 mL untuk dua kali penyuntikan dalam rentang waktu 3 minggu.

Vaksin ini juga termasuk dalam kelompok vaksin yang memerlukan penyimpanan pada kondisi suhu khusus, yaitu suhu -20 derajat Celcius dan +2 derajat Celcius.

(ayd/kna)