Kamis, 26 Agu 2021 05:24 WIB

Momen Menkes Pamit Mau Video Call dengan Kamala Harris Saat Rapat di DPR

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pamit di tengah-tengah rapat terbatas bersama Komisi IX DPR RI. Ia mengaku akan melakukan konferensi virtual bersama Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris.

Menurut Menkes, AS sempat tidak bersedia mengirim vaksin COVID-19 lewat jalur COVAX-GAVI. Namun berkat proses melobi dan pengerjaan tepat waktu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), AS bersedia mengirim tambahan dosis sebanyak lima juta.

Menurutnya, pertemuan virtual dengan Kamala Harris hari ini akan menjadi momen menyampaikan terima kasih. Mengingat, vaksin Moderna dan Pfizer yang diperoleh RI dari AS adalah sumbangan alias gratis.

"Ini izinnya Bapak-Ibu karena kebetulan kan US itu sebelumnya tidak mau menyumbang lewat COVAX-GAVI, tapi kita berhasil lobi dan kemarin mereka mengirim (vaksin) Moderna 3 juta. Tapi dengan syarat harus diproses dalam dua hari. Jadi saya terima kasih sama Ibu Penny (Kepala BPOM), kita proses sehari," ujar Menkes dalam siaran rapat virtual, Rabu (25/8/2021).

"Jadi mereka agak impressed, dan mereka kirim lagi 5 juta. Kita cepat juga urus dan kemarin baru dikasih sekitar 4,8 juta Pfizer dan itu gratis. Jadi 3 juta pertama gratis, 5 juta yang berikutnya Moderna gratis, dan kita dapat 4,8 juta Pfizer," lanjutnya.

Sebelum meninggalkan ruangan, Menkes menyebut ingin meminta tambahan dosis vaksin COVID-19 dari pihak AS dalam kesempatan pertemuan ini.

"Jadi pada kesempatan ini kebetulan beliau mengundang, saya ingin mengucapkan terima kasih dan meminta 10 juta siapa tahu nanti dikasih," pungkasnya sembari tertawa sebelum meninggalkan ruangan.

(vyp/up)