Kamis, 26 Agu 2021 09:00 WIB

IDI Sarankan Booster di Kelompok Ini Jika Herd Immunity Tak Tercapai Awal 2022

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Vaksin dosin ketiga atau booster diberikan untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8). Vaksin yang diberikan adalah vaksin Moderna. IDI menyarankan vaksinasi booster kelompok ini jika herd immunity tak tercapai. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Warga Indonesia yang divaksinasi Januari hingga April diusulkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mendapat vaksinasi booster di awal tahun depan. Menurut Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto, pemerintah harus siap dengan skenario saat herd immunity tidak berhasil dicapai.

"Kami usulkan juga ada skenario kedua apabila itu (herd immunity) tidak tercapai, sehingga yang bulan Januari, Februari, Maret, April (sudah divaksin) perlu dilakukan booster. Karena antibodinya sudah turun," kata Slamet dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX, Rabu (25/8/2021).

Menurut Slamet, mengacu pada salah satu jurnal di Australia, tingkat efikasi vaksin menentukan jumlah penduduk yang harus divaksinasi. Slamet memberikan rincian target cakupan vaksinasi sesuai efikasi vaksin seperti berikut:

  • Vaksin efikasi 95 persen: 63 persen penduduk divaksinasi
  • Vaksin efikasi 90 persen: 66 persen penduduk divaksinasi
  • Vaksin efikasi 80 persen: 70 persen penduduk divaksinasi
  • Vaksin efikasi 70 persen: 86 persen penduduk divaksinasi

"Sementara kita vaksin Sinovac (efikasinya) adalah 70 persen. Artinya 86 persen jumlah penduduk harus dilakukan vaksinasi," kata Slamet.

Ia kemudian meminta pemerintah mengkaji target vaksinasi 208 juta penduduk. Setidaknya jika estimasi target tidak tercapai di tahun ini, opsi dan skenario kedua harus dilakukan.

Slamet menyoroti cakupan dosis kedua vaksinasi dalam sehari mencapai 594.774 dosis.

"Kalau ini andaikan 600 ribu per hari, itu butuh 7 sampai 8 bulan untuk terjadi herd immunity," pungkas dia.



Simak Video "Pemerintah Pertimbangkan Vaksinasi Booster Gratis dan Berbayar"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)