Kamis, 26 Agu 2021 13:45 WIB

Vaksin Nusantara Diklaim Bisa Kendalikan Mutasi Corona, Pakar Bilang Begini

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Scientists are done research on vaccine in laboratory with test tubes on Covid19 Coronavirus type for discover vaccine. Ilustrasi vaksin Corona. (Foto: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum)
Jakarta -

Vaksin Nusantarabesutan mantan Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto diklaim bisa mengendalikan mutasi virus Corona. Hal ini diungkapkan oleh Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga Prof Chairul Anwar Nidom.

Dari hasil penelitian Prof Nidom bersama timnya, vaksin ini diklaim bisa membuat varian Delta yang ganas menjadi lemah. Ia menyebut hal ini bisa mempercepat proses pengendalian virus di lapangan.

"Jadi kalau memang kita serius untuk mengendalikan segera pandemi ini, harusnya digunakan vaksin Nusantara ini bersama-sama dengan vaksin konvensional atau sendiri-sendiri, karena dia bisa mengendalikan untuk menangani mutasi virus," kata Prof Nidom yang dikutip dari ANTARA, Kamis (26/8/2021).

Menanggapi hal ini, pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo mengungkapkan perlu ada pembuktian lebih dalam soal vaksin Nusantara yang disebut bisa mengendalikan mutasi Corona. Ia mengatakan sampai saat ini vaksin tersebut juga diketahui belum terbukti bisa mencegah gejala COVID-19 pada hewan coba.

"Kalau misalnya dikatakan bahwa vaksin ini bisa mengendalikan mutasi, itu harus diklarifikasi maksudnya apa. Karena yang kita prihatinkan saat ini, jangankan mutasi tapi kita juga perlu pembuktiannya dulu," jelas Ahmad saat dihubungi detikcom, Kamis (26/8/2021)

"Yang jadi masalah vaksin Nusantara itu hingga kini setahu saya itu masih belum terbukti apakah mampu mencegah terjadinya gejala Covid pada hewan coba, karena kalau ini belum terbukti, kita tidak bisa membuat kesimpulan apakah ini (vaksin Nusantara) mampu 'mengendalikan mutasi' itu," lanjutnya.

Ahmad mengungkapkan perjalanan vaksin Nusantara itu masih sangat panjang. Sebab, masih belum diketahui pasti apakah vaksin Nusantara ini bahkan efektif mencegah infeksi kasus berat yang terbukti di uji hewan. Jika tidak, bagaimana bisa vaksin tersebut melindungi manusia.

"Masalahnya apakah para tim peneliti vaksin Nusantara itu sudah melakukan uji praklinis dengan benar? Jika sudah terbukti oh nggak apa-apa, berarti lanjut dan kita akan tunggu di fase berikutnya ketika diinjeksi ke manusia," katanya.

"Tapi ada masalah lagi sih, ini kan sangat individual, ini bicara soal aksesibilitas. Apakah vaksin Nusantara yang sangat terbatas dan waktunya sangat lama untuk setiap satu individu itu membutuhkan waktu sekitar seminggu perlu disuntik berapa kali atau hanya cukup sekali. Data itu harus dilakukan dan masih jauh," tambah Ahmad.

"Jadi, menurut saya klaim-klaim seperti itu (mampu mengendalikan virus) ditahan dulu lah," tegasnya.



Simak Video "Sederet Pro Kontra Iringi Perjalanan Vaksin Nusantara"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)