Kamis, 26 Agu 2021 18:23 WIB

Perbandingan 5 Jenis Vaksin COVID-19 yang Dipakai RI, Sinovac hingga Pfizer

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Vaksinasi COVID-19. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Sejauh ini, ada lima jenis vaksin COVID-19 yang telah digunakan di Indonesia. Vaksin yang telah mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM tersebut yakni Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer.

Ada perbedaan dari kelima jenis vaksin tersebut, terutama dari metode pengembangannya. Untuk Sinovac, Sinopharm dan AstraZeneca, vaksin COVID-19 dikembangkan dengan seluruh bagian virus. Sementara Moderna dan Pfizer, dikembangkan dengan bagian genetik tertentu dari virus.

"Secara sederhana, dari berbagai jenis vaksin COVID-19 yang dikembangkan, kita dapat dikategorikan proses pengembangan berdasarkan bahan baku yang digunakan," kata Prof Wiku.

Berikut perbandingan jenis vaksin yang digunakan di Indonesia.

1. Vaksin Sinovac

Vaksin Sinovac dibuat dengan metode inactivated virus. Artinya virus yang berada dalam vaksin sudah dimatikan dan tidak mengandung virus hidup atau yang dilemahkan.

Inactivated adalah metode paling umum dalam pembuatan vaksin.

Rekomendasi Target dari BPOM

  • Usia +12 tahun

Rekomendasi target penerima vaksin

  • Penderita gangguan jantung, pernapasan, obesitas
  • Penyintas COVID-19*
  • Penderita HIV +*
  • Penderita gangguan imun*
  • Ibu hamil
  • Ibu menyusui

*Dengan anjuran tenaga kesehatan

2. Vaksin Sinopharm

Vaksin Sinopharm dibuat dengan metode virus yang telah dilemahkan. Metode ini merupakan pemberian injeksi patogen virus yang telah dilemahkan sehingga tidak dapat menyebabkan sakit, tetapi mampu menginduksi respons imun.

Rekomendasi Target dari BPOM

  • Usia +18 tahun

Rekomendasi target penerima vaksin

  • Penyintas COVID-19*
  • Penderita HIV +*
  • Ibu menyusui

*Dengan anjuran tenaga kesehatan

3. Vaksin AstraZeneca

AstraZeneca menggunakan metode vaksin vektor virus dalam pengembangan vaksin COVID-19. Vaksin AstraZeneca menggunakan platform Adenovirus atau merekayasa virus adar menjadi vaksin sehingga mampu menginfeksi virus lain.

Rekomendasi Target dari BPOM

  • Usia +18 tahun

Rekomendasi target penerima vaksin

Penderita gangguan jantung, pernapasan, obesitas

  • Penyintas COVID-19*
  • Penderita HIV +*
  • Penderita gangguan imun*
  • Ibu hamil
  • Ibu menyusui

*Dengan anjuran tenaga kesehatan

Vaksin Moderna-Pfizer klik SELANJUTNYA

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Epidemiolog: Vaksin Covid-19 Tidak Bisa Dibandingkan 'Head to Head'"
[Gambas:Video 20detik]