Kamis, 26 Agu 2021 19:30 WIB

Mungkinkah Kena Kanker Paru Gara-gara COVID-19? Ini Kata Dokter

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Doctors physical examination for screening lung cancer (Foto: Getty Images/iStockphoto/sittithat tangwitthayaphum)
Jakarta -

COVID-19 adalah salah satu penyakit yang menyerang saluran pernapasan seperti paru-paru. Lalu, apakah setelah terinfeksi Covid seseorang berpotensi mengalami penyakit lain di organ yang diserang, misalnya kanker paru-paru?

Dr dr Ikhwan Rinaldi, Sp PD-KHOM, M.Epid, FINASIM, FACP, dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi medik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam sebuah diskusi menjawab pertanyaan ini. Ia menjelaskan bahwa ada penelitian yang menyebut COVID-19 bisa-bisa saja menyebabkan kanker paru-paru.

Namun yang perlu digarisbawahi adalah, kanker paru-paru butuh waktu yang lama untuk berkembang. Sehingga, dampak COVID-19 pada risiko kanker paru-paru baru bisa dilihat di masa yang akan datang.

"COVID punya studi dengan gambaran yg terjadi pada paru disinyalir kemungkinan akan terjadi seperti itu. Namun butuh waktu yang panjang," ujarnya.

Umumnya, kanker paru-paru sulit dideteksi karena tidak memiliki gejala di awal kemunculannya. Namun jika ditemukan dalam tubuh seseorang, kanker paru-paru biasanya sudah ada di tingkat lanjut.

Oleh karena sulitnya mendeteksi kanker paru secara dini, maka penelitian banyak ditujukan pada pengendalian faktor risiko, agar dapat menurunkan angka kejadian maupun kematian kanker paru.

Salah satu faktor risiko penyebab kanker paru adalah paparan asap rokok serta polusi lingkungan.

"Penting untuk diketahui bahwa setiap orang bisa mengidap kanker paru, sehingga perlu mengambil langkah-langkah untuk mulai mengurangi dan menghindari paparan dari bahan-bahan berbahaya terutama asap rokok serta polusi lingkungan," ujar Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, MPd.Ked, FINASIM, FACP, dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi dan onkologi medik.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)