Kamis, 26 Agu 2021 06:37 WIB

Heboh Varian Mengerikan 'COVID-22', Ternyata Ini Maksud Pencetusnya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
3D illustration. Genetic test in test tube. Heboh COVID-22 ternyata cuma salah paham (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Ancaman varian baru di tahun 2022 yang diperkirakan lebih buruk dari varian Delta sempat bikin gempar. Varian itu disebut-sebut sebagai 'COVID-22'.

Profesor imunologi yang mencetuskan istilah COVID-22, Proof Sai Reddy, meluruskan kehebohan yang terjadi. Kepada inews.co.uk, ia menyampaikan klarifikasi.

"Untuk jelasnya, pernyataan saya adalah untuk menyampaikan bahwa saya percaya COVID di 2022, khususnya di awal tahun (Januari-Maret) berpeluang lebih buruk dari tahun ini, COVID di 2021," tegasnya.

Keyakinian tersebut didasari beberapa faktor, termasuk varian Delta (B1617.2) yang penularannya makin luas. Berbagai pelonggaran yang meningkatkan risiko transmisi dan munculnya mutasi baru, juga memperkuat prediksi ini.

"Ada beberapa hal yang membingungkan dalam wawancara saya dengan surat kabar berbahasa Jerman di Swiss, Blick," jelasnya.

"Tidak akurat menyebutnya COVID-22, karena nama resmi dan tepat untuk penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 adalah COVID-19," tegas Prof Reddy.

Wawancara Prof Reddy dengan Blick sebelumnya memunculkan kehebohan. Menurut terjemahan, wawancara tersebut berjudul "COVID-22 akan lebih buruk", dan kemudian memantik polemik.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)