Jumat, 27 Agu 2021 05:22 WIB

Pakai Masker Bikin Jerawatan? Ini Saran Dokter

Syifa Aulia - detikHealth
Beautiful young asian woman looking the mirror and touch face is a acne, zit treatment, beauty girl problem beauty and skin with wrinkled on facial in the room at home, makeup and cosmetic concept. Foto: Getty Images/iStockphoto/narith_2527
Jakarta -

Sudah hampir dua tahun pandemi COVID-19 muncul di Indonesia. Munculnya pandemi ini membuat semua orang harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, salah satunya memakai masker.

Kebiasan baru itu dilakukan sebagai bagian dari pencegahan agar tidak tertular virus Corona. Namun di sisi lain, penggunaan masker yang terlalu sering dan dalam jangka waktu yang lama ternyata dapat menyebabkan berbagai permasalahan kulit, terutama jerawat.

Penggunaan masker yang terlalu sering dapat menimbulkan jerawat yang dikenal sebagai maskne. Maskne adalah istilah baru yang muncul selama masa pandemi. Menurut dr Susie Rendra, dokter spesialis kulit dan kelamin dari RS Pondok Indah, jerawat maskne muncul di area yang tertutup masker.

"Bentuknya bisa sama dengan jerawat yang lain, dapat berupa jerawat radang, jerawat komedo, muncul kemerahan, hingga bernanah itu bisa terjadi pada jerawat maskne," jelas dr Susie, yang berpraktik di Skin & Aesthetic Clinic Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Penyebab jerawat muncul dapat disebabkan karena kurangnya udara yang masuk saat menggunakan masker.

"Semakin banyak kita berbicara, udara yang dikeluarkan saat berbicara itu semakin banyak. Jadi muka terasa semakin pengap," tutur dr Susie, dalam sesi diskusi online, Kamis (26/8/2021).

Cara Mencegah dan Mengobati

Menyinggung soal cara mencegah dan mengobati jerawat, dr Susie mengatakan bahwa banyak faktor yang harus dilakukan. Sebab setiap orang memiliki penyebab yang berbeda. "Kita harus cari dulu pemicu jerawat dia karena apa," pungkasnya.

dr Susie menyarankan untuk mengurangi berbicara ketika memakai masker agar risiko timbulnya jerawat semakin berkurang.

Ia lalu merekomendasikan untuk mengganti masker setiap 3-4 jam sekali. Sebab, dalam waktu tersebut bagian dalam masker telah dipenuhi oleh uap air yang keluar dari pernapasan. Sehingga dapat mengurangi efektivitas masker.

"Sebelum mengganti masker juga harus cuci muka. Tujuannya untuk mengurangi keringat dan kulit mati yang menumpuk selama pemakaian masker. Penggunaan make-up berlebihan juga harus dihindari," tuturnya.

Sementara, terkait makanan yang dikonsumsi, ia menyarankan untuk mengurangi makanan yang berasal dari susu. "Banyak penelitian lain yang mengkaitkan jerawat dengan pola makan yang banyak mengandung terigu karena bisa memicu jerawat," jelas dr Susie.



Simak Video "Solusi Mengatasi Jerawat Membandel Akibat Penggunaan Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)