Jumat, 27 Agu 2021 17:31 WIB

Soal Kabar Vaksin Nusantara Dipesan Turki, Begini Respons Kemenkes

Ayunda Septiani - detikHealth
Scientists are done research on vaccine in laboratory with test tubes on Covid19 Coronavirus type for discover vaccine. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum)
Jakarta -

Beredar kabar Vaksin Nusantara besutan dr Terawan Agus Putranto dipesan sebanyak 5 juta dosis oleh Turki. Di Indonesia, uji klinis vaksin dendritik ini tidak mendapat restu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Soal pemesanan oleh Turki, juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengaku tidak tahu menahu. "Kita tidak ada info terkait hal ini (pembelian vaksin Nusantara)," kata Nadia saat dihubungi detikcom, Jumat (27/8).

Kabar terkait pemerintah Turki yang membeli 5 juta dosis vaksin Nusantara, pertama kali disinggung oleh Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga, Chairul Anwar Nidom. Prof Nidom mengaku mendapat informasi dari mantan Menkes, Terawan, bahwa pemerintah Turki tertarik untuk membeli Vaksin Nusantara.

Sementara itu, Duta Besar RI di Ankara, Turki, Lalu Muhamad Iqbal, membantah kabar pemerintah Turki telah membeli 5 juta dosis vaksin Nusantara.

"Tidak ada. Kalau pemerintah yang mau beli, pasti saya orang Indonesia pertama yang dikasih tahu," tutur Iqbal kepada CNNIndonesia.com, Jumat (27/8).

Bagaimana status vaksin Nusantara saat ini?

Nasib vaksin Nusantara telah ditetapkan melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Kesehatan, BPOM, dan Tentara Angkatan Darat (TNI AD) pada April lalu.

Kepala BPOM Penny K Lukito menegaskan, bahwa vaksin Nusantara tidak dapat dikomersialkan lantaran bersifat autologus atau bersifat individual.

"Uji klinik dimasukkan dalam penelitian berbasis pelayanan. Sel dendritik yang bersifat autologus hanya dipergunakan untuk diri pasien sendiri sehingga tidak dapat dikomersialkan dan tidak diperlukan persetujuan premarket dari BPOM," ujar Penny, dikutip dari CNNIndonesia.



Simak Video "Vaksin Nusantara Bisa Lanjut Uji Klinis Tahap II, Asalkan..."
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)