Jumat, 27 Agu 2021 13:24 WIB

Alhamdulillah! Akhirnya Arab Saudi Akui Vaksin Sinovac-Sinopharm

Ayunda Septiani - detikHealth
Arab Saudi yang menutup sementara perjalanan umroh untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. Berikut foto-foto suasana terkininya. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: AP Photo)
Jakarta -

Arab Saudi menyetujui penggunaan dua vaksin COVID-19, Sinovac dan Sinopharm pada Selasa (24/8/2021). Hingga kini sudah ada empat vaksin lainnya yang disetujui untuk digunakan yaitu Oxford-AstraZeneca, Pfizer-BioNTech, Johnson & Johnson, dan Moderna.

Kementerian Kesehatan setempat mengatakan ada kemungkinan bagi pendatang dan jamaah yang telah menyelesaikan program vaksinasi dengan Sinopharm atau Sinovac diterima di Arab Saudi.

Izin ini pun diberikan asalkan mereka telah menerima suntikan vaksin yang disetujui di negara tersebut.

Dikutip dari laman Arab News, Saudi sebelumnya mengumumkan memperbolehkan penggunaan dua vaksin berbeda untuk dua dosis suntikan. Keputusan ini diambil mengacu pada studi ilmiah internasional yang menunjukkan keamanan dan efektivitas pendekatan tersebut dalam mengatasi virus COVID-19.

Kementerian Kesehatan juga menambahkan, menurut rekomendasi saat ini, dosis kedua dapat diterima setidaknya tiga minggu setelah suntikan vaksin yang pertama.

Orang yang pulih dari COVID-19 harus menerima dua dosis vaksin, dengan suntikan pertama setidaknya 10 hari setelah infeksi dan yang kedua diberikan setidaknya tiga minggu setelahnya.

Jika infeksi terjadi setelah menerima dosis pertama, dosis kedua dapat diberikan setidaknya 10 hari setelah infeksi.



Simak Video "Apakah Suntikan Booster Efektif Lawan Varian Baru Covid-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)