Jumat, 27 Agu 2021 21:08 WIB

Mengenal AY.12, Jenis Terbaru Varian Delta COVID-19 Setelah 'Delta Plus'

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering. Muncul lagi varian AY.12, varian apa lagi itu? (Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter)
Jakarta -

Strain baru dari varian Delta atau B1617.2 yang kemungkinan menjadi penyebab lonjakan kasus COVID-19 di Israel, kini diidentifikasi di sejumlah daerah di India. Strain atau sublineage baru dari varian Delta ini diberi nama AY.12.

Menurut buletin mingguan Indian SARS-CoV-2 Genomics Consortium (INSACOG), varian Delta masih mendominasi di seluruh dunia. Israel menjadi salah satu negara dengan kasus yang meningkat akibat varian ini, meski 60 persen populasinya telah divaksinasi penuh.

INSACOG merupakan jaringan multi-laboratorium di India untuk memantau variasi genomik pada SARS-CoV-2 dengan mengurutkan sampel yang beredar di India. Dalam pernyataannya, INSACOG mengatakan banyak kasus di India yang sebelumnya diklasifikasi sebagai varian Delta, kini direklasifikasi menjadi AY.12.

"Namun, karena definisi AY.12 tidak konsisten, untuk menentukan angka akhirnya akan memakan waktu," kata pernyataan itu yang dikutip dari The Print, Kamis (27/8/2021).

Apa perbedaan varian Delta dengan AY.12?

Pada dasarnya, AY merupakan nama alias untuk varian Delta. Salah satu turunan varian Delta yang juga dikenal dengan kode AY adalah varian Delta Plus yang memiliki nama resmi AY.1.

Menurut INSACOG, belum diketahui pasti apakah AY.12 ini berbeda secara klinis dengan varian delta atau B1617.2. Namun, AY.12 ini telah kehilangan beberapa mutasi yang terlihat pada garis keturunan Delta, seperti G142D pada spike proteinnya.

INSACOG juga mengatakan tidak ada mutasi baru yang diperhatikan dalam spike protein dari strain ini. Namun, pertumbuhannya sangat cepat di Israel, sehingga harus diperiksa lebih lanjut.

AY.12 saat ini merupakan strain yang paling dominan di Israel. Sebanyak 51 persen sampel yang diteliti di Israel telah menunjukkan prevalensi strain ini.

Berdasarkan jumlah sekuens yang sejauh ini telah diunggah di GISAID oleh peneliti India, prevalensi varian ini meningkat sebanyak 20 persen sejak seminggu terakhir.

Selain itu, Outbreak.org juga melacak varian baru dan prevalensinya berdasarkan data yang diunggah di GISAID. Mereka memperkirakan bahwa sejak awal pandemi, 1.504 sampel AY.12 telah diunggah dari India yang merupakan 4 persen dari total sampel varian.

Diketahui, sample pertama AY.12 di India diperkirakan ada sejak 7 September 2020 lalu.



Simak Video "Kemenkes Sebut Varian Delta di Indonesia Didominasi AY.23"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)