Minggu, 29 Agu 2021 16:13 WIB

Masker 'Sultan'! Berlapis Perak, Diklaim Bisa Merusak Membran Virus Corona

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Woman with hands in latex glove holding protective medical white mask. Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Natasa Ivancev)
Jakarta -

Ilmuwan dari National Autonomous University of Mexico (UNAM) menciptakan masker berlapis perak dan tembaga. Lapisan nano tersebut diklaim bisa menetralkan SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.

Masker ini dinamakan SakCu. Sak dalam bahasa Maya berarti perak, sedangkan Cu merupakan lambang kimia untuk Cuprum atau tembaga.

Dalam pengujian, para ilmuwan menggunakan spesimen dari pasien positif COVID-19 di RS Juarez di Meksiko. Spesimen diteteskan pada lapisan perak-tembaga dan disimpan dalam polipropilen.

Jika konsentrasi virus tinggi, para ilmuwan menyebut 80 persen hilang dalam 8 jam. Sedangkan jika konsentrasinya rendah, tidak satupun RNA (ribonucleic acid) virus terdeteksi dalam 2 jam.

"Begitu kontak dengan lapisan nano perak-tembaga, membran SARS-CoV-2 pecah dan RNA rusak," jelas para ilmuwan, dikutip dari Reuters, Minggu (29/8/2021).

"Lalu jika SakCu dibuang tidak dengan benar, tidak akan jadi masalah karena tidak terkontaminasi, seperti kebanyakan masker saat dibuang," jelasnya.

Masker ini didesain bisa dipakai ulang hingga 10 kali. Kemampuannya tidak berkurang dengan dengan pencucian.

Sayangnya, saat ini masker tersebut belum diproduksi massal, baru 200 lembar perhari. Riset tentang masker ini juga belum melalui peer review atau kajian sejawat.



Simak Video "KuTips: Cara Bedakan Masker Bedah Asli vs Palsu!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)