Senin, 30 Agu 2021 20:54 WIB

Singgung Varian Lambda, Menkes Ungkap Sebaran Varian COVID-19 di Dunia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengaitkan kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia dengan kehadiran varian Delta (B.1617.2) Varian ini termasuk yang diwaspadai karena dianggap memiliki kemampuan penularan yang lebih cepat.

"Ini yang sulit ditebak. Karena semakin lama dunia menunda vaksinasi, varian baru itu timbul karena adanya penularan," kata Menkes Budi dalam konferensi pers PPKM Senin (30/8/2021).

Menkes juga menyinggung soal varian Lambda (C.37), salah satu varian Corona yang diklasifikasikan sebagai variant of interest oleh WHO. Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa varian Lambda memiliki mutasi yang melawan antibodi orang yang telah divaksin.

"Sampai sekarang ada beberapa varian baru yang juga under investigation seperti varian Lambda (C.37), tapi kalau kita lihat memang masih terkonsentrasi di Amerika Selatan," bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjabarkan kondisi dunia terkait penyebaran varian Corona. Terlihat bahwa varian Delta mendominasi di ASEAN.

  • Indonesia: Varian Delta (B.16.17.2)
  • Malaysia: Varian Delta (B.16.17.2)
  • Singapura: Varian Delta (B.16.17.2)
  • Thailand: Varian Delta (B.16.17.2)
  • Jepang: Varian Alpha (B.117) dan Varian Delta (B.16.17.2)
  • Amerika Serikat: Varian Delta (B.16.17.2)
  • Israel: Varian Delta (AY.12)
  • Venezuela: Varian Under Investigation (B.1621) dan Varian Delta (B.16.17.2)
  • Kolombia: Varian Under Investigation (B.1621)
  • Brasil: Varian Gamma (P.1)
  • Chili: Varian Gamma (P.1)
  • Peru: Varian Lambda (C.37)

"Memang sulitnya varian baru ini di luar kemampuan kita untuk mencegah agar tidak muncul, yang penting bagaimana kita mengantisipasinya," pungkasnya.

(kna/up)