Selasa, 31 Agu 2021 16:45 WIB

Corona India Naik Lagi, Ahli Wanti-wanti Risiko Ledakan Kasus di Oktober

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
COVID-19 masih menjadi pandemi global. Dan inilah 5 negara dengan kasus tertinggi dunia yaitu Amerika Serikat, India, Brasil, Prancis dan Turki. COVID-19 di India (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Fasilitas kesehatan India sempat kolaps usai dihantam ledakan kasus COVID-19 April dan Mei lalu, puluhan ribu warga meninggal tak tertolong karena RS kehabisan stok alat bantuan oksigen dan tempat tidur serba terbatas.

Kini para ahli kembali memperingatkan gelombang baru yang bisa terjadi seperti sebelumnya di Oktober mendatang. Pasalnya, kasus COVID-19 India belakangan kembali meningkat, tertinggi sejak 2 bulan, berkaitan dengan festival keagamaaan di Kerala, India.

Menurut ahli, gelombang tinggi Corona bisa terjadi lagi di Oktober karena merupakan musim puncak festival India. Namun, pemerintah India mengaku lebih siap jika hal tersebut terjadi.

Misalnya, persediaan tempat tidur di RS khusus COVID-19. Meningkat hingga 27 kali lipat dibanding April lalu hanya 4.389, kini jumlahnya lebih sari 18 ribu.

Tempat tidur yang difasilitasi alat bantu oksigen meningkat delapan kali lipat menjadi sekitar lebih dari 400 ribu. Strategi pemerintah India dalam menggencarkan testing sangat signifikan.

Lebih dari 2 juta tes Corona

Dikutip dari Reuters, jumlah testing melonjak menjadi lebih dari 2 juta sampel per hari, usai di April 2020 hanya melakukan tes pada 30 ribu orang.

Kementerian kesehatan India huga telah memasok sekitar 45 ribu ventilator ke rumah sakit pemerintah di seluruh negeri.

Kesiapan oksigen

Pemerintah sedang menyiapkan total 1.573 pabrik pembangkit oksigen PSA, meskipun kurang dari 300 pabrik telah dimulai pada awal Agustus. Jumlah total pembawa oksigen medis meningkat 225 menjadi 1.244 sejak Maret 2020.

Perawatan anak

Hampir semua negara bagian mendirikan bangsal pediatrik khusus karena para ahli memperingatkan anak-anak yang tidak divaksinasi dapat rentan terhadap mutasi baru pada virus. Beberapa negara bagian juga menimbun obat antivirus seperti Remdesivir.

India juga mencoba memvaksinasi sebagian besar dari 944 juta orang usia dewasa dengan setidaknya satu dosis sebelum menghadapi gelombang COVID-19 lainnya. Lebih dari 52 persen usia dewasa telah divaksinasi sebagian sejauh ini.

Beberapa waktu lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut India akan memasuki fase endemi karena laju penularan semakin rendah dan sebelumnya banyak orang yang terpapar COVID-19 membantu menimbulkan antibodi alami. Meski begitu, status COVID-19 hingga saat ini masih pandemi.



Simak Video "Daftar Negara yang Larang Masuk Penerbangan dari Afrika"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)