Rabu, 01 Sep 2021 11:31 WIB

Alasan COVID-19 B1621 dari Kolombia 'Naik Kelas' dan Diberi Nama Varian Mu

Firdaus Anwar - detikHealth
Colombia coronavirus invasion crisis abstract cover background. Government virus response, action, protection, awareness, threat handling, and prevention. Foto: Getty Images/iStockphoto/Darryl Fonseka
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini memasukkan varian COVID-19 B1621 dalam kelompok variants of interest (VoI). Varian yang pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada Januari 2021 ini diberi nama Varian Mu.

Varian Mu masuk dalam kelompok yang sama dengan varian Lambda (C37), Kappa (B1617.1), Iota (B1526), dan Eta (B1525). Kelompok ini disebut sebaga VoI karena memiliki mutasi yang diketahui bisa berpengaruh terhadap karakteristik virus.

Pada kasus varian Mu, WHO mengakui kemungkinan mutasi membuat virus jadi lebih mudah untuk menghindari atau lolos dari sistem imun tubuh.

"Varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan," tertulis dalam buletin pandemi mingguan WHO, dikutip dari The Straits Times, Rabu (1/9/2021).

Dalam situsnya, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) menyebut varian Mu terbukti memiliki mutasi yang berdampak pada penularan maupun terhadap imunitas. Beberapa mutasi yang ditemukan antara lain:

  • R346K
  • E484K
  • N501Y
  • D614G
  • P681H

Sebelumnya varian B1621 hanya masuk ke dalam kategori varian yang diwaspadai atau Alerts for Further Monitoring oleh WHO. Dalam kategori ini terdapat beberapa varian Corona yang disebut memiliki potensi untuk menjadi ancaman namun masih sedikit datanya.

Varian B1621 baru mendapat nama latin Mu setelah terbukti memiliki mutasi yang berbahaya dan 'naik kelas' menjadi VoI pada 31 Agustus 2021.



Simak Video "Varian Mu Dipantau WHO, Sudah Menyebar ke Mana Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)