Rabu, 01 Sep 2021 17:30 WIB

Alasan Harga Rapid Test Antigen Turun di Jawa-Bali 99 Ribu, yang Lain 109 Ribu

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP, Faisal menjelaskan harga rapid test antigen menurun karena menyesuaikan dengan harga pasar dan sejumlah harga yang berada di e-catalogue. Harga ini juga sudah berdasarkan hasil audit BPKB.

"Adanya penurunan harga pasar terhadap bahan yang digunakan dalam pemeriksaan, dan terkait bahan rapid test antigen," jelas Faisal dalam konferensi pers Kemenkes RI, Rabu (1/9/2021).

Lebih lanjut, Faisal menyebut penurunan harga rapid test antigen juga menyesuaikan dengan bahan habis pakai alat pelindung diri (APD). Di sisi lain, sudah banyak rapid test antigen yang bisa diproduksi secara lokal untuk bersaing dengan produk lainnya.

"(Pertimbangan lain) dan bahan habis pakai APD, dengan sumber harga yang berasal dari hasil audit BPKP, harga e-catalogue dan harga pasar saat ini," pungkas dia.

Perlu diketahui, tarif harga tertinggi rapid test antigen saat ini di pulau Jawa dan Bali 99 ribu rupiah. Di luar Jawa dan Bali 109 ribu rupiah.

"Kami memohon agar semua fasilitas kesehatan dapat memenuhi batasan tarif tertinggi rapid test antigen tersebut," pungkas dia.

(naf/up)