Senin, 16 Agu 2021 17:46 WIB

Kemenkes: Tarif Tes PCR Jawa-Bali Maksimal Rp 495 Ribu, Lainnya Rp 525 Ribu

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Petugas tenaga kesehatan melakukan swab antigen kepada pemudik di kawasan hunian vertikal Apartemen Gading Nias, Pengangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (20/5). Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI menetapkan tarif tes PCR Jawa-Bali maksimal Rp 495 ribu, luar Jawa-Bali Rp 525 ribu.

Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta harga tes COVID-19 PCR diturunkan. Ia meminta, maksimal harga tes PCR berada di kisaran Rp 450 ribu hingga 550 ribu rupiah.

Hal ini diumumkan Jokowi usai ramai pembicaraan tes COVID-19 PCR di India dengan harga yang sangat murah, hingga 100 ribu rupiah. Karenanya, Kementerian Kesehatan RI resmi menetapkan batas tarif maksimal terbaru untuk PCR.

"Dari hasil evaluasi kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan PCR diturunkan menjadi 495 ribu rupiah untuk daerah Jawa-Bali serta sebesar 525 ribu rupiah di luar Jawa Bali," jelas Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Prof Abdul Kadir, Senin (16/8/2021).

Besaran penetapan batas tarif tertinggi terbaru ini mempertimbangkan beberapa aspek. Adalah biaya pengambilan komponen jasa pelayanan, pelayanan SDM, reagen, bahan habis pakai, hingga komponen-komponen biaya lainnya. Meski begitu, besaran ini akan ditinjau secara berkala.

Sebelumnya, hampir setahun lalu, penetapan harga tertinggi tes COVID-19 untuk PCR adalah 900 ribu rupiah. Sementara untuk rapid test antigen di Jawa sebesar Rp 250 ribu dan luar pulau Jawa sebesar Rp 275 ribu.

Ia meminta seluruh fasilitas kesehatan untuk segera menaati penetapan besaran tersebut. Sanksi akan diberikan jika terdapat faskes yang masih menetapkan tarif PCR di luar batasan yang ditetapkan.

"Kami mengharapkan dinas kesehatan daerah, provinsi, dinas kesehatan kabupaten dan kota, harus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan pelaksanaan batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan real time PCR sesuai dengan kewenangan masing-masing," pinta Prof Kadir.



Simak Video "DPR Komisi IX Minta Durasi Pemeriksaan WGS PCR Dipercepat"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)