Senin, 16 Agu 2021 05:36 WIB

Round Up

Jokowi Minta Tes PCR 1x24 Jam, Proses Apa Sih yang Bikin Lama?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Ilustrasi Tes Swab Foto: Ilustrator: Mindra Purnomo
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta beberapa tes PCR (polymerase chain reaction) COVID-19 diturunkan harganya dan dipercepat hasilnya. Memangnya, selama ini apa yang bikin lama?

Beberapa laboratorium PCR di Jakarta sebenarnya sudah mampu melayani tes PCR dengan hasil keluar dalam hitungan jam. Hanya saja, biasanya dipatok harga lebih mahal.

Zizu misalnya, seorang karyawan di Jakarta, baru-baru ini melakukan tes PCR di sebuah laboratorium di Jakarta Selatan. Jam 9 pagi spesimen diambil, jam 3 sore hasilnya sudah bisa diketahui,

"Itu harganya 600 ribu," jelasnya kepada detikcom, Minggu (15/8//2021).

Namun beberapa waktu sebelumnya, ia juga melakukan tes PCR di sebuah puskesmas dalam rangka contact tracing. Ketika itu, hasil tes PCR baru disampaikan setelah 3 hari.

Sebenarnya apa yang membuat harga dan lamanya hasil tes PCR begitu variatif?

Pakar biologi molekuler dari Universitas Yarsi, Ahmad Rusdan Utomo, menjelaskan faktor cost efficiency umumnya turut menentukan kedua hal tersebut.

"Tes cepat PCR bisa dilakukan dalam kurun kurang dari 3 jam, tapi kapasitasnya rendah di bawah 20 pasien dan harganya mahal," jelasnya kepada detikcom.

"Sementara tes PCR rutin kapasitas running 90 pasien dalam 4 jam. Apabila laboratorium punya 3 mesin, dalam 4 jam bisa running 270 pasien. Namun itu tergantung juga volume sampel yang datang," lanjutnya.

Agar lebih hemat secara operasional, laboratorium terkadang harus menunggu spesimen agar kapasitas mesin PCR dalam kondisi full ketika dijalankan. Bisa-bisa saja dijalankan ketika belum full, tetapi tidak efisien dari segi biaya.

Soal tuntutan presiden agar tes PCR bisa keluar hasilnya dalam 1x24 jam, menurut Ahmad, bisa-bisa saja. Tapi biasanya operasionalnya jadi lebih mahal.

"Dugaan saya, hasil 1x24 jam nampaknya harganya berbeda, mau cepat ya bayar mahal. Jadi tantangan kalau hanya 'di-push' perlu sistem manajemen yang baik, bukan cuma 'ngasal nge-push," jelasnya.

Soal India yang bisa melakukan tes PCR dengan lebih murah dan cepat, ia menduga karena industri bioteknologi di negara tersebut sudah lebih maju. Karenanya, memungkinkan untuk menggunakan produk lokal.

Tonton video 'Jokowi Minta Harga Tes PCR Rp 450-550 Ribu':

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)