Minggu, 15 Agu 2021 15:18 WIB

Jokowi Minta Harga PCR Turun ke Rp 450-500 Ribu, Sekarang Berapa Sih?

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Upaya mengatasi penyebaran virus Corona terus dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Sejumlah bantuan pun diberikan guna mempercepat penanganan COVID-19. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga tes polymerase chain reaction (PCR) diturunkan ke kisaran Rp 450-550 ribu. Penurunan harga ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah orang yang dites.

"Saya sudah berbicara dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini, saya minta agar biaya tes PCR berada di kisaran antara Rp 450.000 sampai Rp 550.000," kata Jokowi dalam keterangannya melalui kanal YouTube Setpres, Minggu (15/8/2021).

Jokowi percaya, salah satu cara untuk mengatasi Corona adalah dengan memperbanyak jumlah tes. Tes yang lebih banyak ini dapat diperoleh salah satunya dengan cara menurunkan biayanya.

Seperti diketahui, biaya untuk melakukan tes PCR memang sangat variatif. Belum lagi, perbedaan harga di lapangan sedikit banyaknya memengaruhi keputusan seseorang untuk melakukan tes atau tidak.

Kementerian Kesehatan sebelumnya juga telah menetapkan batasan untuk biaya tes PCR. Kemenkes menyetujui batas tertinggi biaya pengambilan swab dan pemeriksaan RT-PCR mandiri yang bisa dipertanggungjawabkan untuk ditetapkan di masyarakat yaitu sebesar Rp. 900.000.

Batas ini merupakan akumulasi dari biaya jasa layanan SDM yang terdiri atas dokter apesialis mikrobiologi klinik/patologi klinik, tenaga ekstraksi, tenaga pengambilan sampel, bahan habis pakai termasuk di dalamnya APD level 3, reagen untuk ekstraksi dan PCR, serta overhead mulai dari pemakaian listrik hingga pengelolaan limbah.

Harga ini diatur dalam Surat Edaran nomor HK. 02.02/I/3713/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Edaran tersebut ditetapkan pada 5 Oktober 2020.

Mantan direktur organisasi kesehatan dunia WHO Asia Tenggara (SEARO) Prof Tjandra Yoga Aditama yang sempat lama berkantor di India mengatakan harga PCR di negara tersebut memang sejak lama diperbandingkan karena relatif murah.

Saat hendak pulang dari New Delhi ke Jakarta bulan November 2020, harga PCR hanya sekitar Rp 240 ribu. Harga tersebut turun separuh dari September 2020, lalu masih turun lagi pada November 2020 menjadi sekitar Rp 160 ribu.

"Pada awal Agustus 2021 ini pemerintah kota New Delhi menurunkan lagi patokan tarifnya, menjadi 500 rupee, atau Rp 100 ribu saja," tuturnya.



Simak Video "Jika Ada Permainan Harga PCR, Ini Sanksinya! "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)