Rabu, 01 Sep 2021 22:44 WIB

Sekolah Tatap Muka Sudah Mulai Buka, Ini Pesan Epidemiolog UGM

Jauh Hari Wawan S - detikHealth
Sekolah tatap muka untuk tingkat SMP di Kota Bekasi dimulai hari ini. Sekolah tatap muka itu dengan protokol kesehatan ketat. Ilustrasi sekolah tatap muka (Foto: Agung Pambudhy)
Yogyakarta -

Kemendikbudristek menyatakan sekolah-sekolah yang berada di wilayah PPKM level 1-3 diizinkan membuka pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas mulai Senin (30/8). Epidemiolog UGM, dr Bayu Satria Wiratama menyebutkan pembelajaran tatap muka harus dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Semua level PPKM kalau pembelajaran tatap muka harus disiplin dengan protokol dan melaksanakan uji coba dulu kemudian dievaluasi oleh semua pihak termasuk pihak kesehatan," kata Bayu dalam keterangannya, Rabu (1/9/2021).

Menurutnya, pembelajaran tatap muka di level manapun tetap harus memperhatikan protokol karena upaya testing, tracing, dan treatment (3T) di seluruh wilayah tanah air belum berjalan dengan baik meski sudah ada peningkatan dibanding sebelum PPKM.

Di samping disiplin menjalankan protokol kesehatan saat pembelajaran tatap muka, Bayu mengatakan sistem tanggap dan pengawasan COVID-19 di sekolah harus berjalan dengan baik. Dengan begitu bisa cepat mendeteksi siswa yang diduga terkena COVID-19.

"Selain itu, juga ditunjang dengan pengawasan terkait kedisplinan 5M dari semua warga sekolah termasuk staf non guru dan orang tua," sebutnya.

"Kemudian ditunjang dengan memastikan sebagian besar warga sekolah yang terlibat pembelajaran tatap muka sudah divaksin," tambahnya.

Lalu, kata Bayu, siswa yang menjalani pembelajaran tatap muka diharapkan sudah mendapatkan vaksin COVID-19. Siswa juga dihimbau mematuhi atau displin menjalankan 5M baik saat di sekolah maupun di luar sekolah.

Demikian halnya untuk warga sekolah lainnya juga diharapkan dapat disiplin protokol kesehatan di sekolah dan luar sekolah. Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah.

"Tidak boleh ada siswa yang hanya disiplin di dalam sekolah tapi di luar sekolah kendor 5M-nya. Karena siswa seperti itu berisiko tinggi menjadi sumber penularan. Harapannya semua warga sekolah (menerapkan disiplin prokes ketat)," pungkasnya.



Simak Video "WHO Soroti Klaster Pembelajaran Tatap Muka di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)