Kamis, 02 Sep 2021 05:00 WIB

Round Up

Kabar Gembira, Tes Antigen Turun Harga! Maksimal Rp 99 Ribu untuk Jawa Bali

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Jakarta -

Kementerian Kesehatan menurunkan harga tes antigen COVID-19. Di Jawa-Bali maksimal Rp 99 Ribu dan di luar Jawa-Bali maksimal 109 ribu.

Lewat konferensi pers virtual, Selasa (01/09/2021), Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Prof Abdul Kadir menurunkan harga Rapid Diagnostik Test (RDT) antigen.

"Dari hasil evaluasi, kami sepakati batas tarif tertinggi tes antigen diturunkan menjadi Rp 99 ribu untuk Jawa-bali serta Rp 109 ribu untuk luar Jawa-Bali," kata Prof Abdul.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP, Faisal, mengatakan penurunan harga ini salah satunya berkat produksi antigen dalam negeri.

"Kita patut bersyukur sekarang ini sudah banyak antigen yang berhasil diproduksi dalam negeri oleh anak bangsa kita dan ini kemudian turut berkontribusi membuat harga antigen di pasar juga menjadi lebih bersaing," kata Faisal.

Meski harga Rapid Diagnostik Test (RDT) antigen lebih murah, Faisal mengatakan hal ini tidak berpengaruh terhadap kualitas alat Rapid Diagnostik Test (RDT) antigen.

"Yang kemarin menjadi ukuran pertimbangan kita karena selama antigen itu sudah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan secara spesifikasi kualitas kita anggap sudah terpenuhi," papar Faisal.

Faisal menambahkan Kementerian Kesehatan tidak akan menerbitkan izin edar antigen yang tidak berkualitas dan sudah melakukan penelitian serta pemeriksaan dari segi kualitas sebelum menerbitkan izin edar.

"Jadi kita pada dasarnya tidak melihat harga, yang kita lihat adalah selama itu sudah mendapat izin edar dan tentunya teman-teman kesehatan juga tidak sembarangan memberikan izin edar terhadap antigen yang tentunya tidak berkualitas," jelas Faisal.

Sebelumnya batasan tarif tertinggi untuk tes antigen sebesar 250 ribu rupiah di pulau Jawa dan 275 ribu di luar pulau Jawa.

"Kami harap agar semua fasilitas pelayanan kesehatan baik rumah sakit, laboratorium, dan faskes lainnya kiranya dapat memenuhi batasan tarif tertinggi RDT tersebut," tegasnya.

(up/up)