Kamis, 02 Sep 2021 12:00 WIB

Malaysia Mulai Bersiap, Oktober Disebut Bakal Masuk Fase Endemi COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Penambahan kasus positif virus Corona yang terus melonjak, mengguncang beberapa negara di Asia. Salah satunya negara Malaysia. Corona di Malaysia. (Foto: Getty Images/Rahman Roslan)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengklaim negaranya akan masuk fase endemi di Oktober mendatang. Hal ini berkaitan dengan jumlah cakupan vaksinasi yang diperkirakan sudah mencapai 80 persen di periode tersebut.

"Malaysia dapat berharap untuk beralih dari pandemi COVID-19 ke fase endemi pada akhir Oktober," jelas Khairy Jamaluddin, dikutip dari The Star.

"Kita tunggu dua bulan ke depan, ketika 80 persen populasi sudah divaksinasi. Dalam kasus Labuan dan pada tingkat lebih rendah, Sarawak, mereka sudah dalam fase endemi," sambung dia.


Ia kemudian meyakini warga Malaysia akan segera siap hidup berdampingan bersama COVID-19 saat memasuki fase endemi. Nantinya, aturan di beberapa sektor akan diperlonggar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Meski begitu, ia menyebut Malaysia tidak akan terburu-buru mencabut penggunaan wajib masker. Hal ini menyoroti apa yang terjadi di sejumlah negara yang kembali menghadapi gelombang baru Corona.

"Kami telah melihat bagaimana beberapa negara harus membuat wajib memakai masker lagi menyusul munculnya varian yang lebih menular. Jadi kita akan tetap mempertahankan wajib memakai masker," kata Khairy.

Bersiap memasuki fase endemi, Jamaluddin mempertimbangkan tes COVID-19 nasional nantinya akan dirutinkan beberapa waktu ke depan. Hal ini untuk meminimalisir risiko penyebaran virus.

"Begitu kita masuk ke (fase endemi), bagi yang sudah divaksinasi atau tidak, kamu perlu menguji diri sendiri secara teratur," katanya dalam konferensi pers, Rabu (1 September).

"Itulah mengapa kami ingin membuat harga tes lebih terjangkau dan lebih mudah diakses," tambahnya.

Sementara, bagi mereka yang menolak divaksinasi, harus mengikuti jadwal tertentu untuk melakukan tes COVID-19 rapid test antigen maupun swab PCR. Vaksinasi COVID-19 belum diwajibkan di Malaysia, tetapi bagi mereka yang tidak memiliki alasan medis untuk menolak vaksin diharapkan segera mengikuti vaksinasi.

"Kami akan mengeluarkan kebijakan pengujian nasional untuk memperhitungkan mereka yang menolak untuk divaksinasi," jelas Menkes Jamaluddin.

"Tetapi hasil yang saya pilih adalah jika tidak memiliki alasan medis, alasan apa pun untuk tidak divaksinasi, pergilah dan dapatkan vaksinasi," kata Khairy.

Pada hari Selasa, 46 persen dari populasi negara itu, atau 64,2 persen dari populasi orang dewasa telah divaksinasi penuh.

Malaysia sejauh ini mencatat lebih dari 1,7 juta kasus COVID-19 dan hampir 17.000 kematian.



Simak Video "Syarat Pandemi Covid-19 di Indonesia Berubah Menjadi Endemi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)