Jumat, 03 Sep 2021 07:56 WIB

Wanita Jabar Tak Bisa Tidur Sejak 2014, Seberapa Banyak yang Mengalami?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Cucu, warga Bandung Barat mengaku tak bisa tidur sejak 2014 lalu. Warga Bandung Barat mengaku tak bisa tidur sejak 2014. (Foto: Whisnu Pradana)
Jakarta -

Baru-baru ini, heboh kabar wanita asal Bandung Barat mengeluh tak bisa tidur sejak 2014. Awalnya ia masih bisa tidur dua hingga tiga jam sehari, namun kini kondisinya memburuk sampai tak bisa tidur sama sekali.

Dokter tidur dari RS Medistra, dr Rimawati Tedjasukmana, SpS menerangkan masalah sulit tidur atau insomnia memang banyak terjadi, terutama pada wanita. Ia menyebut belum ada data di Indonesia. Namun berdasarkan pengalamannya, kebanyakan pasiennya berusia 40 tahun ke atas.

"Pemicu bisa macam-macam. Misalnya tiba-tiba sakit, stres emosional, stres kerja, perubahan lingkungan, depresi, dan lain-lain," terangnya pada detikcom, Kamis (2/9/2021) malam.

"Tidak mungkin tidak tidur bertahun-tahun. Mungkin tidur tapi tidak nyenyak. Sepanjang pandemi banyak insomnia. Pemicu cemas, perubahan gaya hidup (seperti) Work from Home dan lain-lain, perubahan jadwal," lanjutnya.

Pendapat serupa dijelaskan oleh pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja atau yang akrab disapa dr Ade. Menurutnya, kasus insomnia sebagaimana yang dialami wanita asal Bandung sebenarnya banyak terjadi. Terlebih seiring pandemi COVID-19, jumlah kasusnya meningkat.

"Banyak kok kasus insomnia itu banyak. Apa lagi sejak pandemi. Saya kasih tahu, waktu sejak pandemi, ini penelitiannya dari National Sleep Foundation di Amerika. Jadi kata kunci pencarian Google, dilihat dari Google. Kata kunci insomnia pada masa pandemi 2020 dibandingkan bulan yang sama pada 2019 itu meningkat 38 persen," terangnya.

"Survei dari Royal Philips itu menyatakan bahwa hampir 80 persen orang yang disurvei itu menyatakan selama masa pandemi mengalami keluhan gangguan tidur. Jadi banyak," lanjutnya.

Ia menegaskan insomnia adalah baru gejala, bukan diagnosis akhir. Terdapat beragam penyebab terjadinya insomnia, sehingga insomnia seperti yang dialami wanita asal Bandung Barat memerlukan pemeriksaan untuk diketahui penyebabnya.

"Kalau sama sekali nggak tidur, terus terang kalau saya harus lihat lebih detail. Karena kalau sama sekali nggak tidur, dalam waktu 7 hari saja itu sudah mulai ada gangguan pada jiwa. Mulai halusinasi, mulai depresi dan lain sebagainya," pungkas dr Ade.



Simak Video "Bisakah Agama Bantu Atasi Stres?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)