Kamis, 02 Sep 2021 15:30 WIB

Geger Wanita di Jabar Tak Bisa Tidur Sejak 2014, Dampak Apa yang Bisa Muncul?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Cucu, warga Bandung Barat mengaku tak bisa tidur sejak 2014 lalu. Warga Bandung Barat mengaku tidak bisa tidur sejak 2014 (Foto: Whisnu Pradana)
Jakarta -

Baru-baru ini, kabar seorang wanita asal Bandung Barat mengaku tidak bisa tidur sejak 2014 bikin geger. Kepada detikcom ia mengisahkan awalnya ia masih bisa tidur sekitar dua sampai tiga jam sehari. Namun kini, kondisinya memburuk sampai tak bisa tidur sama sekali.

Selain cemas sepanjang malam, wanita ini menjadi sensitif. Ia kerap menangis meratapi perubahan drastis pada dirinya.

Dalam keseharian, tidak bisa tidur lazim disebut insomnia. Pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja atau yang biasa disapa dr Ade, menjelaskan kasus insomnia sebenarnya amat banyak terjadi. Terlebih seiring pandemi COVID-19, kasusnya meningkat.

"Misalkan karena pandemi, isolasi sepanjang hari di tempat yang sama, pencahayaan yang sama, aktivitas tidak bervariasi itu juga menyebabkan nggak bisa tidur. Ada yang dilatarbelakangi gangguan jiwa dalam arti khawatir berlebihan, itu ada lagi. Jadi beda-beda," terangnya pada detikcom, Kamis (2/9/2021).

Namun ia menegaskan insomnia adalah gejala, bukan diagnosis akhir. Maka untuk mengetahui penyebab insomnia yang beragam, diperlukan pemeriksaan.

"Insomnia kalau di kami harus dilihat sebagai gejala, baru gejala. Sama seperti demam, itu baru gejala. Penyakitnya kan bisa banyak, bisa demam tifoid, bisa demam berdarah, COVID," ujar dr Ade.

"Insomnia juga sama. Nggak semua insomnia sama, tidak. Apalagi kalau sudah lama begini, kronik, kita harus cari penyebabnya apa dan penanganannya akan beda sekali," lanjutnya.

Tidak tidur sejak 2014, apa dampaknya?

dr Ade menerangkan insomnia diartikan sebagai kesulitan tidur, mempertahankan tidur, atau mudah terbangun di tengah tidur. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan fungsi di siang hari.

"Kalau sama sekali nggak tidur, terus terang kalau saya harus lihat lebih detail. Karena kalau sama sekali nggak tidur, dalam waktu 7 hari saja itu sudah mulai ada gangguan pada jiwa. Mulai halusinasi, mulai depresi dan lain sebagainya," terang dr Ade.



Simak Video "2.000 Tempat Tidur Tambahan Disiapkan untuk Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)