Minggu, 05 Sep 2021 17:40 WIB

Manfaat Polyherbal untuk Pasien COVID-19 Dibahas di Kongres PDPI

Yudistira Perdana Imandiar - detikHealth
Satgas COVID-19 Foto: Satgas COVID-19
Jakarta -

Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) digelar bersamaan dengan Indonesian Chronic Lung Disease International Meeting 2021 pada 1-4 September. Acara tersebut menyoroti isu-isu penting yang saat ini mempengaruhi praktik kedokteran dan spesialisasi.

Materi pada berbagai sesi Kongres Nasional PDPI disampaikan oleh narasumber dari dalam dan luar negeri. Adapun topik yang menjadi fokus dalam pembahasan yakni untuk membahas kemajuan di bidang pulmonologi dan respiratory serta penanganan COVID-19.

Banyak perusahaan farmasi turut berpartisipasi, salah satunya PT Natura Nuswantara Nirmala (Nucleus Farma) dengan yang mengeluarkan produk Onoiwa MX dan Rafa Homsah. Kedua produk tersebut dibahas dalam sesi Plenary 2 yang dihadiri narasumber guru besar dan staf Pengajar Respirasi di Kedokteran Universitas Indonesia dr. M. Arifin Nawas, SpP (K), Ketua Satgas COVID-19 di RS Sentra Medika Cisalak yang juga menjadi peneliti produk ONOIWA MX pada pasien COVID-19, dr. Lusi Nursilawati Syamsi, SpP, M.Farm. FCCP., FAPSR. Pada sesi ini, DR. dr. Muh. Ilyas, SpPD-KP, SpP (K) bertindak sebagai moderator pada sesi tersebut.

Dalam pemaparannya dr. Lusi menyampaikan Onoiwa MX merupakan polyherbal yang mengandung ekstrak ikan gabus, temulawak dan daun kelor sudah memiliki no paten P00201908169. Produk tersebut diklaim dapat mencegah perburukan serta mempercepat pemulihan pada pasien COVID-19 kategori sedang.

Dijelaskan dr. Lusi, esktrak ikan gabus menurunkan proses inflamasi yaitu insulin like growth factor 1 (IGF-1) dan stress oksidatif. Albumin menstabilkan dan meningkatkan transportasi kurkumin pada target virus intraseluler serta meningkatkan efektivitas kombinasi kelor dan obat-obatan memblokir SARS CoV-2 untuk fusi atau masuk ke sel.

"Ini merupakan strategi efektif pengobatan infeksi virus," ujar dr. Lusi dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (5/9/2021).

Sementara itu, temulawak memiliki kandungan kurkumin yang mempunyai fungsi meredakan nyeri sendi dan tulang, menurunkan lemak darah dan sebagai antioksidan. Sebagai antioksidan, lanjut Lusi, kurkumin sebagai antihepatotoksik yang merangsang sel hati membuat empedu, mencegah hepatitis dan gangguan hati, membantu menurunkan kadar SGOT dan SGPT, merangsang fungsi pankreas, menambah selera makan, serta mampu merangsang metabolisme sistem hormon dan fisiologi tubuh. Selain itu, kurkumin dapat menghambat sintesis protein dan sintesis asam nukleat dinding sel, mengubah permeabilitas membran sel dan transpor aktif melalui membran sel.

Selanjutnya, daun kelor yang terkandung di ONOIWA MX dijelaskan dr Lusi mengandung 4 komponen zat aktif kaempferol (A), pterygospermin (B), morphine (C), dan quercetin (D). Zat tersebut dapat menghambat energi pada target obat virus COVID-19 Mpro (main protease) (3CLpro) dan RdRp (RNA- dependent RNA polymerase).

Adapun Rafa Khomsah seperti dijelaskan dr. M. Arifin Nawas merupakan polyherbal yang mengandung ekstrak jintan hitam, meniran, temulawak, daun jambu biji, dan beras merah sebagai super poten antioksidan untuk meningkatkan sistem imun dan menjaga kesehatan fungsi hati pada pasien COVID-19.

Dalam paparan materinya, dr M Arifin mengatakan Rafa Khomsah mengandung sumber vitamin serupa vitamin C dari jambu merah, dan mengandung zinc. Ada pula Jintan hitam yang berfungsi sebagai anti inflamasi, sedangkan kandungan kurkumin dalam temulawak berfungsi sebagai hepatoprotektor dan dapat meningkatkan nafsu makan.

Pada akhir sesi, disimpulkan kandungan aktif yang berasal dari bahan alam sangat berpotensi dalam adjuvant therapy pada pasien COVID-19 dengan derajat sedang. Kandungan zat alami yang bersinergi satu sama lain membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menjadikan tubuh lebih prima.

(akn/up)