Selasa, 07 Sep 2021 08:28 WIB

China Uji Vaksin Sinovac Sebagai Booster COVID-19, Bagaimana Hasilnya?

Ayunda Septiani - detikHealth
The hands in blue glove of the scientist hold the processor (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Alernon77)
Jakarta -

Pemberian vaksin dosis ketiga atau vaksin booster Sinovac dapat meningkatkan antibodi terhadap virus Corona varian Delta. Studi ini didapat berdasarkan hasil penelitian oleh sejumlah ahli dari Chinese Academy of Sciences, Furan University, Sinovac, dan lembaga lain di China.

Studi ini muncul di tengah kekhawatiran soal kemanjuran dari vaksin China terhadap varian Delta, yang menjadi varian dominan dan menyebabkan lonjakan infeksi baru, bahkan di negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang tinggi.

Beberapa negara yang sangat bergantung pada vaksin Sinovac, mulai memberikan suntikan booster dari Pfizer, Moderna dan AstraZeneca.

Dikutip dari laman Reuters, dalam penelitian tersebut, aktivitas antibodi penetralisir terhadap varian Delta tidak terdeteksi dalam tubuh penerima vaksin Sinovac yang sudah mendapat dua dosis suntikan.

Setelah mereka menerima suntikan booster Sinovac, antibodi naik hingga 2,5 kali lipat dalam melawan varian Delta, empat minggu setelah disuntikkan.

Namun, para peneliti tidak menjelaskan secara spesifik perubahan aktivitas antibodi akan mempengaruhi kemanjuran suntikan Sinovac dalam mencegah penularan varian Delta.

Studi laboratorium tersebut melibatkan sampel dari 66 peserta, termasuk 38 sukarelawan yang menerima dua atau tiga dosis vaksin.

Sinovac telah memasok 1,8 miliar dosis vaksin COVID-19 di dunia termasuk China. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga berencana mengirimkan sekitar 100 juta dosis suntikan COVID-19 Sinovac dan Sinopharm pada akhir bulan ini ke Afrika dan Asia.

Namun beberapa negara menolak menerima vaksin dengan alasan kurangnya data tentang efektivitasnya terhadap Delta.

Pertengahan bulan lalu, hasil penelitian di Turki juga menunjukkan pemberian vaksin booster Sinovac lebih efektif dibandingkan mencampurnya dengan vaksin lain yaitu Pfizer. Penelitian dilakukan terhadap 30 juta warga Turki.

Mereka yang telah menerima tiga dosis suntikan vaksin Sinovac, memiliki tingkat perlindungan tertinggi dibandingkan mereka yang mencampurnya dengan vaksin merek lain.



Simak Video "Pengumuman! BPOM Terbitkan EUA Sinovac untuk Anak 6-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)