Selasa, 07 Sep 2021 11:25 WIB

Pakai Buatan Sendiri, Negara Ini Suntik Vaksin COVID-19 untuk Anak 2 Tahun

Vidya Pinandhita - detikHealth
MANAUS, BRAZIL - MAY 21: An indigenous boy observes nurses while waiting for vaccination at Parque das Tribos community, on May 21 2020 in Manaus, Brazil.  Medical teams from Healths Secretary of Manaus area performing vaccination against flu and testing to detect coronavirus (COVID-19) infecctions on indigenous  communities. (Photo by Andre Coelho/Getty Images) Foto: Getty Images/Andre Coelho
Jakarta -

Kuba menjadi negara pertama di dunia yang memberikan vaksin COVID-19 pada anak-anak berusia mulai dari dua tahun. Jenis vaksin COVID-19 yang digunakan adalah buatan sendiri yang tidak diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dikutip dari France24, vaksin Kuba ini pertama kali dikembangkan di Amerika Latin dan belum menjalani tinjauan sejawat internasional. Mereka berbasis teknologi protein rekombinan seperti pada Novavax Amerika Serikat dan Sanofi Prancis yang juga tengah menunggu persetujuan WHO.

Setelah menyelesaikan uji klinis pada anak di bawah umur dengan vaksin Abdala dan Soberana, Kuba memulai kampanye inokulasi untuk anak-anak berusia 12 tahun ke atas mulai Jumat (3/9/2021). Berlanjut pendistribusian tusukan pada anak-anak berusia 2-11 tahun di provinsi tengah Cienfuegos, Senin (6/9/2021).

Hal tersebut dilaksanakan Kuba untuk menginokulasi semua anak sebelum kembali melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Mengingat, tahun ajaran baru dimulai Senin ini melalui program televisi lantaran sebagian besar rumah di Kuba tidak memiliki akses internet.

Di sejumlah negara lainnya, vaksin COVID-19 mulai diberikan pada anak-anak berusia 12-17 tahun. China, Uni Emirat Arab, dan Venezuela telah mengumumkan rencana vaksinasi anak-anak di bawah usia 12 tahun. Namun kini, Kuba resmi menjadi pertama yang merealisasikan rencana tersebut.

Lainnya di Chili, penggunaan vaksin COVID-19 Sinovac baru saja disetujui untuk digunakan pada anak-anak berusia 6-12 tahun per Senin (6/9/2021).

Dalam beberapa bulan terakhir, Kuba mengalami ledakan kasus COVID-19 yang menekan sistem kesehatan. Dari total 5.700 kematian akibat virus Corona yang tercatat sejak wabah dimulai, hampir setengahnya terjadi bulan lalu, setara sepertiga dari total kasus yang dilaporkan.



Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)